09/01/2026
Tribun Temanggung, Sebuah bangunan depo kayu di kawasan Tepungsari, RT 02 RW 13, Desa Pendowo, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, dilalap api pada Jumat dini hari (9/1/2026). Kebakaran tersebut terjadi di tempat usaha pengolahan kayu milik Budi Utomo.
Informasi yang dihimpun, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 01.55 WIB. Kobaran api cukup besar karena melahap material kayu yang mudah terbakar. Proses pemadaman baru dapat diselesaikan sekitar pukul 04.11 WIB setelah petugas pemadam kebakaran berjibaku di lokasi selama lebih dari dua jam.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, pemilik usaha mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 20 juta akibat bangunan dan sebagian kayu yang terbakar.
Budi Utomo menjelaskan, sebelum kejadian, aktivitas pengeringan kayu masih berlangsung. Mesin oven pengering diduga bekerja pada suhu tinggi tanpa pengawasan.
“Kayu sedang dikeringkan, tapi tidak diawasi. Kemungkinan panasnya berlebihan dan memicu api. Kami sempat berusaha memadamkan api bersama warga, tapi api cepat membesar,” ujarnya.
Karena api tak kunjung padam, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Pemadam Kebakaran Kabupaten Temanggung.
Petugas Damkar Temanggung, Fajar, menyampaikan bahwa titik awal api berasal dari mesin oven pengering kayu yang berada di area pengolahan kayu, tepat di samping rumah pemilik.
“Api terlihat menyala dari mesin pengering kayu dan disertai asap hitam pekat. Karena bahan di sekitarnya mudah terbakar, api cepat membesar,” jelasnya.
Menindaklanjuti laporan warga, Damkar Temanggung mengerahkan 10 personel dengan tiga unit armada, yakni dua unit fire truck dan satu unit mobil suplai air.
Upaya pemadaman dilakukan secara intensif agar api tidak merembet ke permukiman warga. Berkat kesigapan petugas, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.
Dalam kejadian tersebut, sedikitnya tiga rumah warga di sekitar lokasi dengan nilai aset mencapai sekitar Rp 4 miliar berhasil diselamatkan.
Pasca kejadian, Damkar Temanggung kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan kerja yang menghasilkan panas tinggi, serta memastikan seluruh aktivitas berisiko selalu dalam pengawasan untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa.