12/01/2026
pasfmpati.com, Kota; Banjir yang menerjang Kabupaten Pati terus meluas hingga ke 59 desa yang tersebar di 15 kecamatan, bahkan melanda wilayah perkotaan. Jalan protokol di kawasan perkantoran pemerintah, ikut tergenang sedalam 60 cm, Senin (12/1/2026) pagi.
Pemilik warung makan Wahyuni mengaku pasrah, karena sejak pagi dagangannya sepi pengunjung, terdampak banjir. Padahal ia terlanjur masak dan tidak mengetahui jika terjadi banjir.
“Banjir tadi datang sekitar pukul 5.30 WIB, saya sudah terlanjut masak banyak itu, terus air datang tiba-tiba naik terus. Kemarin sudah banjir lumpur kan, dan ini banjir, dari mana ini,” jelasnya.
Endi warga Kelurahan Pati Wetan mengaku, banjir ini terjadi persis di belakang Gedung DPRD Pati, dan berdekatan dengan Kantor Bupati Pati, tiap tahun selalu banjir. Meski demikian, belum ada tindakan dari pemerintah, memperbaiki penyebab banjir.
“Setahu saya tidak ada normalisasi, entak itu gorong-gorongnya kurang dalam atau kurang lebar atau kotor saya kurang tahu. Harapanya setiap tahun, ada tindakan dari pemerintah dari pada bongkar-bongkar yang tidak perlu-perlu,” katanya dengan nada jengkel.
Banjir di wilayah perkotaan ini, juga mengakibatkan SDN Semampir di Desa Semampir Kecamatan Pati, meliburkan kegiatan belajar mengajar bagi seratusan siswanya.(*)