16/01/2026
Masyarakat Dusun Sekaan, Desa Palengaan Daja Kecamatan Palengaan kabupaten Pamekasan melakukan perbaikan jembatan secara swadaya. Jum'at, 16 Januari 2026.
Masyarakat terpaksa memperbaiki Jembatan tersebut menggunakan bambu, sebab merupakan akses utama ke SDN Palengaan Daja 1 dan Pasar Palengaan.
Warga setempat, Moh Wasil mengatakan bahwa jembatan tersebut sudah 4 tahun terabaikan tidak tersentuh oleh pemerintah. Padahal kata dia, jembatan itu menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.
"Jembatan ini menjadi akses utama bagi warga menuju Pasar Palengaan dan jalur satu-satunya bagi siswa-siswi Kampung Sekaan untuk menimba ilmu di SDN Palengaan Daja 1," katanya.
Dikatakannya, karena kondisi jembatan sangat memperihatinkan, masyarakat mengambil inisiatif sendiri. Dengan peralatan seadanya, mereka membangun jembatan darurat dari bambu agar anak-anak tetap bisa berangkat sekolah.
"Jembatan bambu ini sangat rentan dan rapuh, terutama saat musim hujan tiba. Akibatnya, hampir setiap tahun warga harus bergotong royong memperbaiki atau membangun ulang jembatan darurat tersebut karena material bambu yang mudah lapuk dimakan usia dan cuaca," lanjutnya.
Kata dia, Masyarakat berharap agar Pemerintah Kabupaten Pamekasan maupun instansi terkait segera turun tangan.
"Kami tidak punya pilihan lain. Kalau tidak diperbaiki dengan bambu, anak-anak tidak bisa sekolah dan warga tidak bisa ke pasar. Tapi sampai kapan kami harus begini? Kami butuh jembatan permanen yang aman," tandasnya.