01/01/2026
Info : Alat Kelamin Istri Dijadikan Alat Kejahatan
Sistem pengamanan Lapas Kelas IIB Mojokerto nyaris kebobolan oleh modus penyelundupan level ekstrem.
Seorang wanita berinisial R (25) nekat membawa sabu seberat 9,44 gram untuk suaminya, S (Warga Binaan), dengan menyembunyikannya di dalam organ intim (kemaluan)-nya.
Kejadian pada Senin (29/12) ini membuktikan bahwa petugas Lapas punya "mata elang" yang bisa membedakan mana orang gugup dan mana yang cuma kebelet pipis.
Drama penyelundupan ini berlangsung cukup tegang.
Sistem pengamanan Lapas Kelas IIB Mojokerto nyaris kebobolan oleh modus penyelundupan level ekstrem.
Seorang wanita berinisial R (25) nekat membawa sabu seberat 9,44 gram untuk suaminya, S (Warga Binaan), dengan menyembunyikannya di dalam organ intim (kemaluan)-nya.
Kejadian pada Senin (29/12) ini membuktikan bahwa petugas Lapas punya "mata elang" yang bisa membedakan mana orang gugup dan mana yang cuma kebelet pipis.
Drama penyelundupan ini berlangsung cukup tegang.
Kamuflase Keluarga
R datang pukul 09.22 WIB membawa serta ibu dan anaknya.
Tampilan "emak-emak" ini sukses mengelabui pemeriksaan awal di Pintu Utama (P2U), barang bawaan dan makanan bersih.
Gerak-gerik Aneh
Saat bertemu suaminya di ruang kunjungan, R terlihat sangat gelisah.
Cara dia duduk dan menggendong anaknya tampak tidak nyaman (tentu saja, ada benda asing di area sensitif).
-Interogasi
Curiga dengan tingkah laku "cacing kepanasan" si pengunjung, petugas langsung mengamankan R dan S begitu jam kunjungan habis pukul 09.49 WIB.
Setelah didesak, R akhirnya mengaku, petugas menemukan paket sabu yang disembunyikan dengan cara yang bikin ngilu.
Packing Berlapis: Sabu dibungkus lakban cokelat, lalu dibalut kondom agar licin dan aman saat dimasukkan ke dalam alat kelamin.
Total Berat: Ada 9,44 gram, jumlah yang cukup besar untuk disembunyikan di lokasi sekecil itu.
Hasil penyelidikan mengungkap fakta miris:
Suami yang Tega
Transaksi ini ternyata dikendalikan oleh suaminya sendiri (S) dari dalam penjara.
Ia menyalahgunakan fasilitas wartel (warung telekomunikasi) Lapas untuk menghubungi pemasok di luar.
Jaringan Terbongkar
Berkat "nyanyian" R dan S, polisi (Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota) bergerak cepat dan berhasil menciduk sang pemasok berinisial P di rumahnya.
Kasus ini adalah bukti bahwa tidak ada tempat yang aman untuk menyembunyikan kejahatan, bahkan di area paling pribadi sekalipun.
Niat hati ingin "berbakti" pada suami dengan mengantar sabu, R kini justru menyusul suaminya merasakan dinginnya lantai penjara, meninggalkan anak yang sempat diajaknya menjadi saksi bisu kejahatan ibunya.
Komentar e pean yo opo dolor