Warga Kota/Kabupaten Kediri

Warga Kota/Kabupaten Kediri Kota Kediri adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak 130 km sebelah barat daya Surabaya.

Artefak arkeologi yang ditemukan pada tahun 2007 menunjukkan bahwa daerah sekitar Kediri menjadi lokasi kerajaan Kediri, sebuah kerajaan Hindu pada abad ke-11.[4]

Awal mula Kediri sebagai pemukiman perkotaan dimulai ketika Airlangga memindahkan pusat pemerintahan kerajaannya dari Kahuripan ke Dahanapura, menurut Serat Calon Arang. Dahanapura ("Kota Api") selanjutnya lebih dikenal sebagai Daha. Se

peninggal Airlangga, wilayah Medang dibagi menjadi dua: Panjalu di barat dan Janggala di timur. Daha menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Panjalu dan Kahuripan menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Jenggala. Panjalu oleh penulis-penulis periode belakangan juga disebut sebagai Kerajaan Kadiri/Kediri, dengan wilayah kira-kira Kabupaten Kediri sampai Kabupaten Madiun sekarang. Semenjak Kerajaan Tumapel (Singasari) menguat, ibukota Daha diserang dan kota ini menjadi kedudukan raja vazal, yang terus berlanjut hingga Majapahit, Demak, dan Mataram. Kediri jatuh ke tangan VOC sebagai konsekuensi Geger Pecinan. Jawa Timur pada saat itu dikuasai Cakraningrat IV, adipati Madura yang memihak VOC dan menginginkan bebasnya Madura dari Kasunanan Kartasura. Karena Cakraningrat IV keinginannya ditolak oleh VOC, ia memberontak. Pemberontakannya ini dikalahkan VOC, dibantu Pakubuwana II, sunan Kartasura. Sebagai pembayaran, Kediri menjadi bagian yang dikuasai VOC. Kekuasaan Belanda atas Kediri terus berlangsung sampai Perang Kemerdekaan Indonesia. Perkembangan Kota Kediri menjadi swapraja dimulai ketika diresmikannya Gemeente Kediri pada tanggal 1 April 1906 berdasarkan Staasblad (Lembaran Negara) no. 148 tertanggal 1 Maret 1906[5]. Gemeente ini menjadi tempat kedudukan Residen Kediri dengan sifat pemerintahan otonom terbatas dan mempunyai Gemeente Raad ("Dewan Kota"/DPRD) sebanyak 13 orang, yang terdiri dari delapan orang golongan Eropa dan yang disamakan (Europeanen), empat orang Pribumi (Inlanders) dan satu orang Bangsa Timur Asing. Sebagai tambahan, berdasarkan Staasblad No. 173 tertanggal 13 Maret 1906 ditetapkan anggaran keuangan sebesar f. 15.240 dalam satu tahun. Baru sejak tanggal 1 Nopember 1928 berdasarkan Stbl No. 498 tanggal 1 Januari 1928, Kota Kediri menjadi "Zelfstanding Gemeenteschap" ("kota swapraja" dengan menjadi otonomi penuh). Kediri pada masa Revolusi Kemerdekaan 1945-1949 menjadi salah satu titik rute gerilya Panglima Besar Jendral Sudirman. Kediri juga mencatat sejarah yang kelam juga ketika era Pemberontakan G30S PKI karena banyak penduduk Kediri yang ikut menjadi korbannya.

25/12/2025

Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri 🌿

Berada di kaki Gunung Wilis, Desa Kalipang dikenal sebagai desa agraris dengan masyarakat yang menjunjung tinggi gotong royong, toleransi, dan kearifan lokal. Di tengah tantangan alam, kebersamaan warga menjadi kekuatan utama dalam membangun desa yang berkelanjutan









Momumen Kereta Lori PG Pesantren
25/12/2025

Momumen Kereta Lori PG Pesantren

24/12/2025

🌐Pabrik Gula Pesantren Kediri: Jejak Sejarah Industri Gula dari Zaman Kolonial hingga Era Modern

Pabrik Gula Pesantren bukan sekadar bangunan industri, melainkan saksi panjang perjalanan sejarah Kediri. Berdiri sejak sekitar 1849 di Kelurahan Pesantren, pabrik ini tumbuh bersama kebijakan kolonial, melewati masa pendudukan Jepang, nasionalisasi pascakemerdekaan, hingga bertransformasi dengan hadirnya PG Pesantren Baru pada akhir 1970-an.
Kini, bangunan lama menjadi penanda sejarah industri gula, sementara pabrik barunya tetap berdenyut menggiling ribuan ton tebu setiap hari, menopang kehidupan petani dan ekonomi lokal. Dari masa lalu hingga kini, PG Pesantren adalah bagian tak terpisahkan dari identitas dan perkembangan Kota Kediri.

23/12/2025

🏞️Sungai Brantas: Saksi Sejarah Kediri hingga Penopang Tol Akses Bandara Dhoho

📍🌿Mengalir sejak berabad-abad lalu, Sungai Brantas bukan sekadar bentang alam, melainkan nadi kehidupan Kediri. Dari jalur peradaban Kerajaan Kediri dan Majapahit, sumber irigasi pertanian, hingga penggerak ekonomi masyarakat, Brantas terus berperan penting dalam setiap fase zaman.
Kini, sungai legendaris ini kembali menjadi bagian dari sejarah baru melalui pembangunan jembatan Tol Kediri–Tulungagung yang menghubungkan akses menuju Bandara Internasional Dhoho. Sebuah lompatan infrastruktur yang diharapkan mempercepat konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus menuntut komitmen menjaga kelestarian lingkungan Sungai Brantas sebagai warisan bersama.

🌐Langkah Napak Tilas Jejak Panglima Besar Jenderal Soedirman🌿Dalam balutan karikatur, langkah-langkah kecil ini menyusur...
23/12/2025

🌐Langkah Napak Tilas Jejak Panglima Besar Jenderal Soedirman

🌿Dalam balutan karikatur, langkah-langkah kecil ini menyusuri hutan menjadi simbol perjuangan besar.
Napak tilas bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi penghormatan atas keteguhan, kesederhanaan, dan semangat juang Panglima Besar Jenderal Soedirman.
Melangkah bersama, mengenang sejarah, dan merawat semangat perjuangan agar tetap hidup di generasi hari ini. 🇮🇩🌿





😀Petak Umpet: Strategi Anak-Anak Menang BersamaMalam yang riuh oleh tawa dan langkah kaki kecil.Si penjaga sibuk mencari...
22/12/2025

😀Petak Umpet: Strategi Anak-Anak Menang Bersama

Malam yang riuh oleh tawa dan langkah kaki kecil.
Si penjaga sibuk mencari, tak sadar “benteng” sudah diserbu bersama-sama.
Begitulah serunya petak umpet zaman dulu—sederhana, ramai, dan penuh cerita yang tak lekang oleh waktu. 🌙✨






22/12/2025

🏞️Bendung Gerak Waru Turi: Penyangga Irigasi dan Kehidupan di Aliran Sungai Brantas

🌿Bendung Gerak Waru Turi di Gampengrejo, Kediri, bukan sekadar bangunan pengendali air. Dari sinilah aliran Sungai Brantas diatur untuk menghidupi ribuan hektar sawah di Kediri hingga Nganjuk. Berfungsi sebagai pengendali debit, penyuplai irigasi, sekaligus ruang sosial dan wisata masyarakat, Waru Turi menjadi bukti pentingnya infrastruktur air bagi ketahanan pangan dan kehidupan sehari-hari










22/12/2025

🏭 Pabrik Gula Mrican (PG Meritjan): Jejak Sejarah dan Penggerak Ekonomi Kediri

Pabrik Gula Mrican atau PG Meritjan merupakan salah satu pabrik gula bersejarah di Kota Kediri yang telah berdiri sejak tahun 1883. Dari masa kolonial hingga era modern, pabrik ini terus berperan penting dalam industri gula nasional. Hingga kini, PG Meritjan masih aktif menggiling tebu, menyerap ribuan tenaga kerja, serta menjadi penggerak ekonomi dan sosial masyarakat sekitar. Lebih dari sekadar pabrik, PG Meritjan adalah warisan sejarah yang hidup dan terus berkembang bersama Kediri.












22/12/2025

🌐Arca Penjaga Bersejarah Penuh Makna Budaya

🌿Totok Kerot merupakan arca dvarapala langka berwujud raksasa perempuan peninggalan masa Hindu–Buddha di Kediri. Terletak di Desa Bulupasar, Pagu, arca ini tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga legenda dan filosofi tentang kekuatan serta keseimbangan hidup dalam budaya Jawa. Kini Totok Kerot menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi yang patut dilestarikan.

21/12/2025

🌿Jalan Tembus Lebak Tumpang: Jalur Bukit Penuh Cerita di Kota Kediri

📍Jalan Tembus Lebak Tumpang di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, bukan sekadar akses alternatif. Jalur perbukitan ini menghubungkan kawasan Goa Selomangleng hingga Nglebak Tumpang dan menjadi ruang aktivitas warga, jalur olahraga, serta pintu menuju wisata alam Gunung Klotok. Di balik tanjakan dan kelokannya, tersimpan cerita kehidupan, sosial, dan dinamika pembangunan Kota Kediri.

20/12/2025

🇮🇩🏞️Napak Tilas Panglima Besar Jenderal Soedirman: Dari Kediri Menuju Bajulan

⛰️🇮🇩Hari ini, sejak pukul 06.00 WIB dari Balai Kota Kediri, Napak Tilas Panglima Besar Jenderal Soedirman resmi dimulai. Perjalanan ini bukan sekadar berjalan kaki, tetapi sebuah ikhtiar mengenang perjuangan besar Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Menyusuri jalur Kediri hingga Bajulan, Kabupaten Nganjuk, para peserta diajak merasakan beratnya medan perjuangan gerilya yang dahulu dilalui para pejuang bangsa. Melalui napak tilas ini, nilai-nilai keteladanan, semangat pantang menyerah, kebersamaan, dan cinta tanah air diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi masa kini dan mendatang. 🇮🇩

20/12/2025

Peserta Napak Tilas Kediri - Bajulan Melewati Desa Joho Kecamatan Semen Tujuan Goliman

Address

Kediri

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Website

http://suarawargakediri.blogspot.com/

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Warga Kota/Kabupaten Kediri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share