DARK ICE

DARK ICE ⚠️ Selamat datang di negeri DARKNESIA. Di sini kalian akan menemukan berbagai hal kelam, gelap, horor, mistis, aneh, unik, kesedihan, hingga suramnya dunia.
(10)

[EPS.2] Midnight Carnival - Perebut Suami OrangWanita itu selalu berkata dirinya hanya “jatuh cinta”. Ia bilang, jatuh c...
16/01/2026

[EPS.2] Midnight Carnival - Perebut Suami Orang

Wanita itu selalu berkata dirinya hanya “jatuh cinta”. Ia bilang, jatuh cinta bukanlah pilihan. Orang tidak bisa menolak dengan siapa mereka akan jatuh cinta.

Padahal ia tahu pria itu telah beristri.

Ia tahu ada anak yang menunggu pulang. Ia tahu ada rumah yang perlahan retak, tapi ia tetap masuk, sambil tersenyum. Baginya, air mata istri sah hanyalah bumbu drama. Baginya, kehancuran orang lain hanyalah harga kecil untuk dimenangkan.

Malam itu, ia pulang dengan gaun mahal dan parfum menyengat. Ia berdiri di depan cermin, mengagumi wajahnya sendiri. Lalu lampu kamar berkedip.

Pukul 00.00.

Cermin di depannya memanjang, melengkung, lalu berubah menjadi pintu masuk tenda sirkus. Di lantai, sebuah tiket merah tergeletak begitu saja. Namanya tercetak rapi.

Sorak sorai menyambutnya. Penonton memenuhi kursi, wajah-wajah perempuan dengan mata sembab, tangan gemetar, dan dada berlubang oleh kehilangan. Mereka tidak berteriak. Mereka menatap. Seperti gambaran wanita-wanita di luar sana yang cinta sahnya direbut paksa dari pelukan mereka.

Archie berdiri di tengah arena.

“Selamat datang,” ucapnya lembut.
“Kau s**a mengambil milik orang lain, ya?”

Jeruji menutup di belakang wanita itu. Lampu kuning menyala.

Chloe berlari kecil ke arahnya, tersenyum cerah. Kostum kuningnya ceria, terlalu ceria.

“Kita main peran, ya?” katanya riang.
“Kita main nikah-nikahan.”

Dari lantai, muncul gaun putih mirip gaun pengantin. Chloe memaksanya memakainya. Kain itu langsung mengeras, mengikat lengan dan pinggangnya. Setiap gerakan membuat seratnya menjerat lebih kuat, memotong kulit perlahan.

“Cantik,” puji Chloe sambil bertepuk tangan. “Pantas untuk kau pakai!”

Lampu biru menyala.

Daniel masuk dengan tarian memutar. Setiap langkahnya menggerakkan lantai arena. Cermin-cermin tinggi muncul mengelilingi korban. Di setiap pantulan, wajahnya berubah, kadang menjadi istri sah yang suaminya ia rebut, kadang menjadi anak kecil yang menangis, kadang kembali menjadi dirinya sendiri… namun retak.

Ia lalu mencoba menyentuh cermin itu, tapi tiba-tiba pecah. Serpihannya menancap ke telapak tangannya.

Daniel terus menari. Diiringi erangan kesakitan wanita j*lang itu. Sementara satu persatu cermin terus pecah. D*rah menetes mengikuti irama. Wanita itu meringis, tapi entah kenapa bibirnya tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.

Lampu merah menyala.

Yuki membuka kotak sulapnya. Dari dalam keluar benang-benang merah, halus, berkilau, namun tajam. Benang itu melilit leher dan pergelangan korban, menariknya ke tengah arena.

“Ini benang tak terlihat, tapi mengikat,” kata Yuki lembut.
“Seperti hubunganmu.”

Benang ditarik perlahan. Tidak memutus napas. Hanya cukup untuk membuat setiap tarikan napas terasa seperti kesalahan.

Arena berguncang.

Leo melangkah maju.

Singa jantan itu tidak mengaum. Ia mendekat, mengitari korban yang kini berlutut, tubuhnya terikat gaun yang mengeras, tangan berd*rah oleh cermin.

“Kau memangsa yang lemah,” kata Leo rendah.
“Padahal kau bukan pemburu.”

"Kau bilang hanya berusaha menghibur," tambah Leo dengan amarah. "Padahal kau bukan anggota sirkus!"

Ia menekan bahu wanita itu dengan satu kaki. Tubuhnya terpaksa menunduk. Leo mencakar lantai di depan wajahnya, meninggalkan bekas panjang.

“Di sini,” lanjut Leo,
“yang mencuri akan kehilangan.”

Cakarnya bergerak, bukan ke wajah, melainkan ke cermin terbesar di belakang korban. Sekali hantam, cermin itu runtuh, dan pecahannya jatuh menghujani punggung dan kepala wanita itu. Luka terbuka satu per satu. Tidak fatal. Belum.

Archie kembali melangkah ke tengah.

“Kau mengambil peran orang lain,” katanya tenang.
“Malam ini, peranmu selesai.”

Benang Yuki ditarik.

Gaun Chloe mengencang.

Lantai berhenti bergerak.

Leo menekan sekali lagi, cukup kuat untuk membuat tubuh itu menyerah sepenuhnya.

Wanita itu berteriak, dengan sisa nyawanya.

Lalu lampu pun padam.

Saat lampu menyala kembali, arena bersih. Tidak ada tubuh. Tidak ada darah. Hanya gaun putih robek di tengah arena, kosong, tak bertuan. Di dunia nyata, namanya lenyap. Pesan-pesan berhenti. Nomor tak lagi aktif. Ia tidak m*ti di rumah siapa pun. Ia m*ti di panggung yang memang menunggunya.

Midnight Carnival menurunkan tirai, menunggu target selanjutnya.

Story by: AdityaPrax

Sakit Hati Pekerjaannya sering Diejek, Pria di Subang B*nuh TemanKepolisian Resor (Polres) Subang berhasil mengungkap ka...
16/01/2026

Sakit Hati Pekerjaannya sering Diejek, Pria di Subang B*nuh Teman

Kepolisian Resor (Polres) Subang berhasil mengungkap kasus pemb*nuhan yang terjadi di kawasan perkebunan Desa Wantilan. Tersangka berinisial NW ditangkap setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan intensif terkait penemuan jasad seorang pria berinisial HR (66) yang ditemukan t*was dengan luka senjata tajam di sekujur tubuhnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengakui perbuatannya dan menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan seorang diri tanpa bantuan pihak lain.

Kapolres Subang menjelaskan bahwa motif utama di balik aksi keji tersebut adalah rasa sakit hati yang mendalam akibat ejekan berulang yang dilontarkan korban kepada pelaku. NW merasa harga dirinya diinjak-injak karena sering dihina terkait status pekerjaan serabutan dan kondisi ekonominya di hadapan orang banyak. Perselisihan terakhir di lokasi kejadian memicu emosi pelaku yang tidak terkendali, hingga akhirnya ia nekat menghabisi nyawa korban guna meluaskan dendam yang selama ini terpendam.

Atas perbuatannya, tersangka kini mendekam di sel tahanan Mapolres Subang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak penyidik menjerat pelaku dengan pasal berlapis mengenai pemb*nuhan berencana yang mengakibatkan kem*tian, dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup atau pidana m*ti.

[EPS.1] Midnight Carnival - Pengusaha SawitHutan itu dulu bernapas. Pohon-pohon berdiri rapat, menahan air hujan agar ti...
15/01/2026

[EPS.1] Midnight Carnival - Pengusaha Sawit

Hutan itu dulu bernapas. Pohon-pohon berdiri rapat, menahan air hujan agar tidak jatuh sekaligus ke tanah. Sungai mengalir tenang, memberi hidup bagi desa-desa kecil di sekitarnya.

Namun semua itu berubah ketika mesin datang. Membawa suara besi, asap, dan keserakahan.

Pria itu menyebutnya kemajuan.

Di hadapan rapat direksi, ia berbicara tentang keuntungan dan perluasan lahan. Di hadapan warga, ia menyebut penebangan sebagai pembangunan. Baginya, pohon hanyalah kayu yang belum diubah menjadi uang, dan tanah hanyalah angka yang menunggu untuk ditandatangani.

Ketika warga memohon agar lereng bukit tidak dibabat, ia tertawa. Ketika sungai mulai menghitam, ia menutup laporan. Dan ketika longsor pertama merenggut nyawa, ia menyebutnya bencana alam.

Hujan pada malam itu datang tanpa peringatan. Bukit yang botak runtuh. Lumpur turun seperti gelombang. Rumah-rumah tenggelam. Teriakan tercekik tanah basah. Anak-anak, orang tua, semuanya terseret.

Pria itu tertidur nyenyak. Ia tidak datang ke pemakaman. Ia tidak meminta maaf. Ia hanya menunggu berita itu hilang dari layar.

Namun karma tidak pernah lupa.

Mobilnya mogok di jalan yang tak dikenalnya. Kabut turun, hujan berhenti mendadak, dan di depan matanya berdiri sebuah gerbang kayu tua dengan lampu-lampu kecil berkelip.

Midnight Carnival.

Di tangannya ada tiket lusuh, entah sejak kapan ia menggenggamnya. Namanya tercetak jelas. Tanpa sadar, ia melangkah masuk.

Musik sirkus mengalun pelan. Kursi penonton penuh, oleh sosok-sosok basah, berlumur lumpur, wajah mereka pucat dan rusak. Mereka menatap tanpa berkedip.

Archie, sang pembawa acara, berdiri di tengah arena. Jas hitamnya rapi, wajah mudanya tenang.

“Selamat datang,” ucapnya lembut. “Kau datang tepat waktu.”

Jeruji besi menutup di belakang pria itu. Atraksi pertama dimulai.

Leo melangkah ke arena. Singa jantan itu mengenakan hiasan sirkus di lehernya. Matanya tajam, dan saat ia membuka mulut, suara berat yang seolah dapat mencabik jiwamu terdengar.

“Berapa banyak tanah yang kau runtuhkan?”

Pria itu terkejut, tak menyangka singa berbadan tegap itu dapat berbicara layaknya manusia. Ia mundur, lalu terpeleset masuk ke dalam lubang berlumpur.

Leo tidak menyerang. Ia berjalan memutarinya, setiap hentakan langkahnya membuat tanah di bawah kaki pria itu sedikit amblas. Pelan. Nyaris tak terasa.

“Tanah ini rapuh,” ujar Leo. “Seperti yang kau hancurkan.”

Lampu berubah kuning.

Chloe, seorang badut perempuan yang lucu, muncul dengan tawa ceria. Kostum kuningnya mencolok, dua ikat rambutnya bergoyang. Ia melemparkan sekop kecil ke tangan pria itu.

“Ayo bermain,” katanya manis. “Gali! Atau aku yang akan menggali isi perutmu! Hihihi!”

Tanah di depannya lembek. Chloe bertepuk tangan setiap kali sekop menghantam lumpur. Namun semakin digali, tanah itu runtuh kembali, menelan lubang yang dibuat, semakin mengubur tubuhnya sendiri. Pria itu panik. Menggali lebih cepat. Lebih dalam.

Dari lubang itu, muncul tangan-tangan berlumpur. Menarik pergelangan kakinya. Menahannya.

Chloe tertawa lebih keras.

Musik berubah menjadi lebih lambat. Lampu berubah menjadi biru. Daniel, seorang penari tampan melangkah masuk. Kostum birunya berkilau di bawah lampu. Ia mulai menari, gerakannya lentur, berputar mengelilingi arena. Setiap hentakan kakinya membuat tanah bergetar.

Lumpur naik hingga lutut.

Lalu paha.

Daniel menari lebih lambat. Membiarkan waktu bekerja. Membiarkan tubuh korban lelah, napasnya berat, harapannya menipis.

Lampu berubah merah.

Yuki, seorang pesulap cantik, muncul di hadapan pria itu. Ia tersenyum tipis. Dari topinya, Yuki mengeluarkan miniatur rumah-rumah kecil, yang langsung hancur ketika ia menjentikkan jari.

“Ini bukan sulap,” katanya lembut. “Ini ingatan.”

Ia menutup mata pria itu dengan saputangan putih.

“Kau selalu berpura-pura tak melihat apa yang telah terjadi akibat ulahmu,” bisiknya. "Sekarang, lihat!"

Saat sapu tangan dilepas, pria itu berdiri di tengah desa berlumpur. Suara hujan. Teriakan. Anak kecil menangis memanggil ibunya. Lumpur naik, menelan segalanya.

Ia berteriak. Namun tidak ada yang menolong.

Archie muncul entah dari mana, melangkah maju. Lumpur kini mencapai dada pria itu. Napasnya tersengal. Tubuhnya gemetar.

“Kami tidak memb*nuhmu,” kata Archie tenang. “Kami hanya menempatkanmu pada karmamu.”

Ia menurunkan mikrofon.

“Pertunjukan selesai.”

Lumpur menelan wajah pria itu perlahan. Tidak cepat. Tidak langsung. Seperti bencana yang ia ciptakan sendiri.

Lampu padam. Musik berhenti. Ketika cahaya kembali menyala, arena kosong. Kursi penonton kosong. Karnaval lalu menghilang menjelang fajar.

Di dunia nyata, nama pengusaha sawit itu tak lagi tercatat. Tidak ada jasad. Tidak ada jejak. Hanya satu hal yang tersisa, tanah di bekas perkebunannya amblas tanpa sebab. Menelan semua yang ada.

Dan Midnight Carnival menunggu tiket berikutnya.

Untuk cerita horor, scary rules, dan konten original lainnya bisa kalian dapatkan di: AdityaPrax

Jangan Bandingkan jika Kau Tak Memberi BantuanDibandingkan itu melelahkan, apalagi ketika cerita hidup tidak pernah sama...
15/01/2026

Jangan Bandingkan jika Kau Tak Memberi Bantuan

Dibandingkan itu melelahkan, apalagi ketika cerita hidup tidak pernah sama. Yang satu diberi jalan lapang, yang lain belajar kuat dari keterbatasan. Keduanya sama-sama manusia.

Setiap orang punya garis start yang berbeda. Ada yang melangkah dengan bantuan, ada yang berjuang sambil memikul tanggung jawab. Hidup bukan lomba, dan nilai seseorang tidak ditentukan dari seberapa cepat ia sampai.

Buat kalian yang ingin menceritakan pengalaman seram, sedih, kelam, atau gelap lainnya bisa menghubungi: DARKNession

Gajah Liar Mengamuk Selama 9 Hari di Pemukiman, 20 Orang T*wasSeekor gajah liar jantan di hutan Jharkhand, India, dilapo...
15/01/2026

Gajah Liar Mengamuk Selama 9 Hari di Pemukiman, 20 Orang T*was

Seekor gajah liar jantan di hutan Jharkhand, India, dilaporkan mengamuk selama sembilan hari sejak awal Januari 2026. Amukan hewan tersebut telah menciptakan kepanikan luar biasa di distrik pedesaan West Singhbhum karena menyebabkan sedikitnya 20 orang t*was. Di antara para korban yang m*ninggal dunia, terdapat anak-anak, orang lanjut usia, hingga seorang mahout atau pawang gajah profesional.

Pemerintah setempat melalui petugas kehutanan telah mengerahkan tim pencari yang dibantu oleh drone untuk menyisir hutan lebat dan c***r alam nasional di Odisha guna melacak keberadaan gajah tersebut. Namun, gajah itu belum terlihat lagi sejak Jumat (9/1), sehingga proses evakuasi dan pengamanan masih terus dilakukan. Insiden kem*tian massal ini membuat penduduk di lebih dari 20 desa merasa ketakutan dan terpaksa meninggalkan ladang mereka.

Untuk menjaga keamanan, warga memilih berdiam diri di dalam rumah pada malam hari sementara tim polisi dan petugas kehutanan terus berpatroli memberikan bantuan. Pihak berwenang berupaya keras untuk segera menyelamatkan situasi dan mencegah adanya korban baru yang dib*nuh oleh gajah ganas tersebut. Kejadian tragis ini menambah daftar panjang konflik antara manusia dan hewan liar di wilayah tersebut.

Siswa SMP di Padangsidimpuan T*was Tertimpa Pohon saat Pulang SekolahSeorang siswa SMP berinisial ZN (13) di Padangsidim...
14/01/2026

Siswa SMP di Padangsidimpuan T*was Tertimpa Pohon saat Pulang Sekolah

Seorang siswa SMP berinisial ZN (13) di Padangsidimpuan dilaporkan m*ninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang pada Rabu (14/1/2026). Peristiwa nahas ini terjadi di Kelurahan Sitamiang Baru, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, korban baru saja pulang sekolah dan sedang berteduh di bawah pohon besar bersama teman-temannya sambil menikmati es untuk menghindari terik matahari.

Secara tiba-tiba, pohon berukuran besar tersebut tumbang dan mengenai bagian kepala korban hingga menyebabkan luka berat. Warga sekitar yang melihat kejadian itu segera mengevakuasi ZN dan membawanya ke RSUD Padangsidimpuan untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, nyawa korban tidak dapat tertolong dan ia dinyatakan telah m*ninggal dunia.

Pihak kepolisian dari Polres Padangsidimpuan telah melakukan pendalaman di lokasi kejadian dan menyimpulkan bahwa peristiwa ini murni merupakan kecelakaan. Hingga saat ini, petugas masih melakukan pendataan terhadap saksi-saksi yang berada di lokasi saat insiden terjadi.

Scary Rules: Menara Pantau HutanSelamat datang di unit tugas baru Anda. Menara ini adalah satu-satunya garis pertahanan ...
14/01/2026

Scary Rules: Menara Pantau Hutan

Selamat datang di unit tugas baru Anda. Menara ini adalah satu-satunya garis pertahanan antara pemukiman dan "apa pun" yang ada di dalam hutan ini. Untuk memastikan Anda tidak m*ninggal sebelum masa tugas berakhir, patuhi aturan berikut:

1. Lampu Sorot Utama: Pastikan lampu sorot selalu menyala antara pukul 18:00 hingga 06:00 pagi. Jika lampu tiba-tiba mati, jangan mencoba memperbaikinya di luar. Masuklah ke bawah meja dan tutup telinga Anda. Suara cakaran yang Anda dengar di dinding kayu adalah hal biasa.

2. Frekuensi Radio Kosong: Kadang-kadang, radio akan memutar suara statis seperti tangisan yang membentuk pola kalimat. Jika radio menyebutkan nama lengkap Anda, jangan menjawab. Jika Anda menjawab, Anda secara resmi telah memberikan izin bagi mereka untuk masuk ke area menara. Pelanggaran aturan ini sering berakhir dengan b*nuh diri yang tidak bisa dijelaskan.

3. Bayangan di Garis Hutan: Jika Anda melihat sosok manusia berdiri di bawah menara tanpa bergerak selama lebih dari satu jam, jangan gunakan teropong untuk melihat wajahnya. Wajah itu akan terlihat seperti seseorang yang Anda kenal tapi sudah lama m*ninggal. Itu adalah umpan agar Anda turun dari menara.

4. Dilarang Membawa Senjata Tajam: Jangan pernah membawa benda yang dapat men*suk atau senjata tajam lainnya ke dalam ruang pantau. Tekanan udara di sini sering kali memicu halusinasi yang membuat Anda ingin b*nuh diri atau melukai diri sendiri. Jika Anda harus memotong makanan, gunakan alat plastik saja.

5. Ketukan dari Bawah Lantai: Jika Anda berada di atas menara dan mendengar ketukan dari papan lantai, itu artinya "sesuatu" sudah berhasil memanjat tiang menara. Jangan melihat ke celah lantai. Segera tumpahkan botol berisi d*rah ayam yang sudah disediakan di sudut ruangan ke arah celah tersebut sebagai "upeti" agar mereka kembali turun.

6. Ibu yang Menangis: Jika saat hujan lebat Anda akan mendengar suara ibu yang menangis meminta tolong di tangga menara, jangan buka pintu. Perhatikan d*rah yang merembes dari bawah pintu. Jika d*rahnya berwarna hitam, itu bukan manusia. Abaikan suaranya sampai fajar tiba.

Selamat bekerja dan tetap hidup!

Crane Roboh Hantam Kereta Penumpang, 22 Orang T*wasSebuah kecelakaan tragis terjadi di Thailand ketika sebuah alat berat...
14/01/2026

Crane Roboh Hantam Kereta Penumpang, 22 Orang T*was

Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Thailand ketika sebuah alat berat jenis crane roboh dan menghantam kereta api penumpang yang sedang melintas dengan kecepatan tinggi. Insiden mengerikan ini mengakibatkan kehancuran parah pada beberapa gerbong kereta yang dipenuhi oleh warga yang sedang dalam perjalanan. Pihak berwenang segera mengerahkan tim penyelamat ke lokasi untuk mengevakuasi para korban yang terjepit di antara reruntuhan besi.

Data terbaru dari tim medis di lapangan melaporkan bahwa sebanyak 22 orang dinyatakan t*was dalam kejadian tersebut. Selain jatuhnya korban jiwa, puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka serius dan harus segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Kondisi di lokasi sangat mencekam dengan banyaknya d*rah yang terlihat di area gerbong yang hancur akibat hantaman beban berat dari crane tersebut.

Investigasi awal menduga adanya kelalaian dalam prosedur keamanan operasional crane yang berada di dekat jalur perlintasan kereta api. Pihak kepolisian setempat kini sedang memeriksa operator dan perusahaan penanggung jawab proyek untuk mengetahui penyebab pasti jatuhnya alat berat tersebut.

Kesal gegara Ditagih Utang Rp100.000, Pria di Purwakarta B*nuh SahabatKasus kem*tian tragis akibat piutang terjadi di De...
13/01/2026

Kesal gegara Ditagih Utang Rp100.000, Pria di Purwakarta B*nuh Sahabat

Kasus kem*tian tragis akibat piutang terjadi di Desa Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, yang melibatkan dua orang sahabat dekat. Seorang pria berinisial JH (45) tega memb*nuh temannya sendiri, S (55), hanya karena merasa kesal saat ditagih sisa utang sebesar Rp100.000.

Kejadian b*rdarah ini bermula dari percekcokan mulut yang memanas hingga akhirnya pelaku mengambil golok dan menyerang korban secara s*dis. Jasad korban ditemukan oleh warga dalam kondisi mengenaskan dan bersimbah d*rah di depan sebuah bekas kandang ayam pada Sabtu malam kemarin.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian, korban mengalami luka parah di bagian kepala dan wajah yang menyebabkan ia m*ninggal dunia di lokasi kejadian akibat kehabisan d*rah. Polisi yang bergerak cepat berhasil mengamankan pelaku di kediamannya tanpa perlawanan tak lama setelah laporan diterima.

Pihak Polres Purwakarta menyatakan bahwa pemb*nuhan ini dipicu oleh emosi sesaat karena pelaku belum memiliki uang untuk melunasi sisa utangnya yang terus ditagih oleh korban. Atas tindakan kejinya tersebut, JH kini harus mendekam di sel tahanan dan terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Lansia di Bandung T*was Di*niaya gegara Tegur Pencuri di MinimarketKasus peng*niayaan tragis menimpa seorang pria lanjut...
13/01/2026

Lansia di Bandung T*was Di*niaya gegara Tegur Pencuri di Minimarket

Kasus peng*niayaan tragis menimpa seorang pria lanjut usia berinisial AD (62) di halaman parkir sebuah minimarket di Jalan AH Nasution, Panyileukan, Kota Bandung. Peristiwa ini bermula ketika pelaku, DRW (21), tertangkap basah saat mencoba melakukan aksi pencurian dengan memasukkan barang ke dalam jaketnya.

Korban yang berada di lokasi mencoba menegur tindakan tersebut agar pelaku membayar barang yang diambilnya, namun pelaku justru merasa tersinggung hingga melakukan aksi kekerasan secara tiba-tiba. Akibat hantaman keras di wajah, korban langsung tersungkur dan tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.

Alih-alih merasa bersalah, pelaku yang emosional bahkan sempat menantang warga sekitar dan menginjak tubuh korban yang sudah terkapar tak berdaya. Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU, namun setelah berjuang selama beberapa hari, ia akhirnya dinyatakan m*ninggal dunia akibat luka-luka parah yang dialaminya.

Pihak kepolisian dari Unit Reskrim Polsek Panyileukan bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku yang diketahui merupakan warga asal Kabupaten Bogor. Kejadian pemb*nuhan atau peng*niayaan berat ini menjadi viral di media sosial setelah rekaman CCTV dan video amatir warga tersebar luas di masyarakat. Kini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menghadapi proses hukum atas k*matian tragis lansia tersebut.

Scary Rules: Hotel PenginapanSelamat datang di hotel kami. Kami senang Anda memilih menginap di sini. Untuk memastikan k...
12/01/2026

Scary Rules: Hotel Penginapan

Selamat datang di hotel kami. Kami senang Anda memilih menginap di sini. Untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan Anda selama menginap, mohon patuhi aturan berikut dengan sangat teliti. Pihak hotel tidak bertanggung jawab atas "kehilangan" yang terjadi akibat kelalaian tamu.

1. Aturan Lift: Jangan pernah menekan tombol lantai 4. Jika lift berhenti di lantai 4 tanpa Anda minta, jangan bergerak. Tutup mata Anda rapat-rapat sampai pintu tertutup kembali. Apa pun yang masuk ke lift dan berdiri di samping Anda, jangan ajak bicara, meskipun ia terdengar seperti anggota keluarga Anda yang sedang menangis.

2. Cermin Kamar: Jika Anda masuk ke kamar dan melihat cermin di lemari tertutup kain hitam, jangan dibuka. Jika kain itu jatuh dengan sendirinya, segera keluar dari kamar dan lapor ke resepsionis. Jangan menatap pantulan diri Anda jika Anda melihat "diri Anda" di dalam cermin sedang tersenyum padahal Anda tidak.

3. Pukul 03:14 pagi: Jika Anda mendengar suara ketukan di pintu kamar sebanyak tiga kali, periksa lubang intip. Jika di luar kosong, silakan tidur kembali. Namun, jika Anda mendengar suara ketukan dari arah dalam lemari, segera nyalakan semua lampu di kamar dan bacalah buku apa pun dengan suara keras sampai matahari terbit. Makhluk itu membenci suara manusia yang berpengetahuan.

4. Pesan Layanan Kamar: Kami tidak melayani pesan antar makanan antara pukul 12 malam hingga 5 pagi. Jika ada pelayan yang datang mengetuk pintu membawa nampan berisi daging mentah pada jam tersebut, jangan buka pintu. Katakan dengan sopan: "Saya sudah kenyang, silakan berikan pada tamu di kamar sebelah." (Kami tidak punya tamu di kamar sebelah).

5. Gorden Jendela: Pastikan gorden selalu tertutup rapat setelah pukul 6 sore. Jika Anda melihat siluet seseorang berdiri diam di luar jendela lantai 10 Anda, abaikan saja. Selama gorden tertutup, dia tidak bisa "masuk" ke dalam pikiran Anda.

Selamat beristirahat. Semoga Anda terbangun di dunia yang sama besok pagi.

Ingin Kabur dari Stresnya Kehidupan Manusia, Pria ini Berubah Menjadi KambingThomas Thwaites, seorang desainer asal Ingg...
12/01/2026

Ingin Kabur dari Stresnya Kehidupan Manusia, Pria ini Berubah Menjadi Kambing

Thomas Thwaites, seorang desainer asal Inggris, memutuskan untuk melepaskan diri sejenak dari beban psikologis kehidupan modern dengan mencoba hidup sebagai seekor kambing di Pegunungan Alpen. Untuk mewujudkan hal ini, ia merancang alat prostetik khusus yang memungkinkannya berjalan merangkak dengan beban berat yang bertumpu pada kaki dan tangannya. Eksperimen ini dilakukan bukan sekadar iseng, melainkan sebagai upaya untuk memahami perspektif makhluk lain yang hidup tanpa kekhawatiran masa depan atau penyesalan masa lalu yang sering memicu stres pada manusia.

Selama menjalani hidup di tengah kawanan, Thwaites menghadapi tantangan fisik dan sosial yang nyata, termasuk momen ketika ia hampir celaka saat berinteraksi dengan pejantan lain. Dalam satu insiden, seekor kambing jantan dominan menunjukkan perilaku agresif dan menantangnya, yang menciptakan situasi mencekam bagi Thwaites. Beruntung, k*matian atau cedera serius dapat dihindari karena ia berhasil menunjukkan sikap tunduk, sehingga tidak terjadi pertumpahan d*rah dalam persaingan antar "pejantan" tersebut.

Meski terlihat aneh, dedikasi Thwaites dalam menjalani hidup sebagai hewan ini membuahkan hasil berupa penghargaan Nobel pada tahun 2016. Pengalamannya membuktikan betapa sulitnya bagi manusia untuk benar-benar lepas dari identitas aslinya, bahkan ketika sudah berusaha meniru perilaku hewan hingga mendetail.

Address

Jalan Raya Tanjungpura
Karawang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when DARK ICE posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to DARK ICE:

Share