20/12/2025
Rina s**a kucing. Di gang dekat rumahnya ada seekor kucing belang abu-abu yang sering ia beri makan lalu ia bawa pulang kerumahnya.Kucing itu tampak kurus, tapi jinak. Suatu sore,saat Rina hendak mengangkatnya karena hampir tertabrak motor, kucing itu mendadak memberontak.Cakarannya mengenai punggung tangan dan kaki Rina. Tidak dalam. Hanya garis merah tipis.Rina mengelapnya dengan tisu, lalu lupa.“Ah, cuma dicakar kucing,” katanya.
Beberapa hari kemudian,kucing itu menghilang. Warga bilang kucing tersebut sempat menyerang anjing lain dan tampak ngiler berlebihan sebelum akhirnya mati di selokan.
Rina mulai merasa tidak enak badan dua minggu setelah cakaran itu.Demam ringan. Sakit kepala. Ia pikir hanya kecapekan.Lalu muncul hal aneh:
Tenggorokannya terasa kaku saat minum
Ia merasa takut air, padahal haus🥹
Tidurnya gelisah, mudah marah, jantung berdebar.
Keluarganya membawa Rina ke rumah sakit saat ia mulai kejang dan berteriak ketakutan setiap kali mendengar suara air. Dokter langsung bertanya:
“Pernah digigit atau dicakar hewan?”Rina terdiam.
Baru ia ingat cakaran kecil itu.
Diagnosis keluar cepat: Rabies.
Dokter menjelaskan dengan suara pelan tapi tegas:
rabies bisa menular dari kucing,dan ketika gejala sudah muncul,tidak ada obat yang bisa menyelamatkan.Rina dirawat intensif. Keluarganya hanya bisa menunggu.Beberapa hari kemudian, Rina MD.Semua bermula dari satu cakaran kecil yang dianggap tidak penting.