16/01/2026
Deru ombak di Pantai Sangsit, Kecamatan Sawan, pagi itu mendadak pecah oleh kegaduhan yang tak biasa. Kamis (15/1/2026), di bawah rindangnya pohon ketapang yang berdiri kokoh di tepian pantai, sebuah drama kemanusiaan terungkap.
KEJADIAN yang benar-benar mengharukan. Bukan tentang keriuhan wisatawan, melainkan tentang perjuangan hidup seorang ibu dan bayi yang baru saja menghirup udara dunia.
Kejadian bermula saat Made Tanaya,46, seorang warga setempat, melintas di areal pantai. Langkahnya terhenti ketika matanya menangkap sosok perempuan yang tampak asing tengah mendekap erat bungkusan kecil di pelukannya.
Setelah diamati lebih dekat, betapa terkejutnya Tanaya melihat bayi mungil yang masih lemah berada di tangan perempuan tersebut.
Kecurigaan Tanaya menguat; bayi itu tampak baru saja dilahirkan di ruang terbuka yang jauh dari kata layak.
Tanpa membuang waktu, ia segera memanggil warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut kepada Kelian Banjar Dinas Pabean serta Bhabinkamtibmas Desa Sangsit.
Suasana yang semula tegang perlahan mencair saat personel Polsek Sawan bersama tim medis tiba di lokasi. Dengan sigap, petugas mengevakuasi sang ibu dan bayinya ke Puskesmas Sawan I untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Identitas sang ibu kemudian terungkap. Ia adalah Neny Pungwam, seorang perempuan asal Desa Asarbei, Manokwari, Papua Barat. Berdasarkan pengamatan awal, Neny diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sedang dalam kondisi rentan.
Lanjut baca----------+
https://radarbali.jawapos.com/peristiwa/707074704/persalinan-dramatis-di-bawah-pohon-ketapang-pantai-sangsit-buleleng-bayi-laki-laki-itu-terlahir-di-tengah-deru-ombak