aliff mrtheory7

aliff mrtheory7 TEORY JAGAT RAYA
(1)

Saat melihat paus modern, sulit membayangkan bahwa makhluk ini pernah berjalan di darat. Tentu saja, penampilan mereka s...
06/01/2026

Saat melihat paus modern, sulit membayangkan bahwa makhluk ini pernah berjalan di darat. Tentu saja, penampilan mereka saat itu berbeda, seperti yang diungkapkan oleh foto otopsi paus di bawah ini. Paus dan cetacea lainnya masih mempertahankan beberapa ciri khas nenek moyang mereka yang hidup darat, termasuk anggota tubuh seperti tangan. Di dalam sirip depan paus atau flipper, terdapat anggota tubuh pentadaktil (berjari lima) dengan lima tonjolan tulang seperti jari.

Anggota tubuh ini terdiri dari tulang-tulang yang membentuk lengan (humerus, radius, dan ulna), tulang pergelangan dan telapak tangan (karpal dan metakarpal), serta tulang jari (falang). Anggota tubuh pentadaktil sebenarnya terdapat pada berbagai macam hewan, menunjukkan bahwa mereka memiliki nenek moyang yang sama yang berevolusi untuk memiliki anggota tubuh tersebut, sebelum kemudian berevolusi dan melakukan beberapa modifikasi karena relung yang ditempati mereka. Oleh karena itu, "jari-jari" paus yang aneh ini sebenarnya merupakan demonstrasi yang cukup indah dari evolusi.

---

Sumber :

• Rachael Funnell (15/9/2021) "Necropsy Reveals The Freaky "Fingers" Hiding Beneath Whales' Flippers" | IFL Science

• "Comparative Anatomy" | New Bedford Whaling Museum

“Begini rupa Borobudur ketika waktu nyaris menghapus namanya”Tahun 1814, candi agung ini tak tampil megah seperti sekara...
06/01/2026

“Begini rupa Borobudur ketika waktu nyaris menghapus namanya”

Tahun 1814, candi agung ini tak tampil megah seperti sekarang. Ia tersembunyi di balik rimbun pepohonan, tertimbun tanah dan abu vulkanik, seolah tertidur panjang dalam sunyi sejarah. Relief-reliefnya diselimuti lumut, stupa-stupanya runtuh dan tak lagi utuh.

Penemuannya bukan sekadar menemukan bangunan batu, melainkan membangunkan kembali peradaban yang hampir terlupakan. Dari hutan lebat dan senyap, Borobudur perlahan bangkit menjadi mahakarya dunia, yaitu saksi bisu kejayaan Nusantara yang akhirnya kembali dikenang.






Penemuan yang menakjubkan di kota Moulins, Prancis, telah membuka tirai gaya hidup yang unik dari akhir abad ke-19. Raha...
06/01/2026

Penemuan yang menakjubkan di kota Moulins, Prancis, telah membuka tirai gaya hidup yang unik dari akhir abad ke-19. Rahasia ini tersimpan di dalam Maison Mantin, sebuah rumah mewah yang dengan sengaja disegel dan dibiarkan tak tersentuh selama lebih dari 100 tahun, sesuai dengan surat wasiat pemiliknya.

Pemilik rumah tersebut, Louis Mantin, adalah seorang pejabat kaya dan kolektor seni yang meninggal dunia pada tahun 1905. Sebelum wafat, ia meninggalkan pesan yang tak biasa: ia meminta agar rumah beserta seluruh isinya dikunci rapat selama satu abad. Tujuannya adalah untuk menciptakan "kapsul waktu" bagi generasi mendatang, agar mereka dapat merasakan bagaimana kehidupan seorang pria borjuis pada masa itu.

Ketika pintu rumah tersebut akhirnya dibuka kembali untuk publik pada tahun 2010, para konservator menemukan harta karun sejarah yang luar biasa, termasuk salah satu koleksi paling unik: puluhan kodok taksidermi antropomorfik.

Koleksi ini menampilkan kodok yang diawetkan dengan keahlian tingkat tinggi dan diposisikan dalam pose-pose layaknya manusia. Pengunjung dapat melihat kodok yang sedang bermain anggar, bersantai di meja makan, hingga yang tampak seperti sedang belajar.

Gaya taksidermi seperti ini sangat populer di era Victoria sebagai bentuk seni satir atau sekadar hiburan visual bagi para kolektor barang antik. Keberadaan kodok-kodok ini di Maison Mantin menunjukkan sisi selera humor Louis Mantin yang unik sekaligus kegemarannya pada hal-hal yang tidak lazim.

Berkat kondisi rumah yang tersegel rapat, spesimen-spesimen kodok ini tetap terjaga dalam kondisi yang sangat baik meski telah berusia lebih dari 120 tahun. Kini, Maison Mantin berfungsi sebagai museum, memungkinkan masyarakat modern untuk melihat langsung bagaimana eksentrisitas masa lalu tetap hidup di balik dinding-dinding yang pernah membeku oleh waktu.

Peristiwa pembakaran dan pelarangan buku di Indonesia menjadi bagian kelam dalam sejarah kebebasan berpikir, terutama pa...
05/01/2026

Peristiwa pembakaran dan pelarangan buku di Indonesia menjadi bagian kelam dalam sejarah kebebasan berpikir, terutama pada masa pasca-1965 hingga era Orde Baru. Buku-buku yang dianggap mengandung ideologi kiri, komunisme, atau pemikiran yang dinilai bertentangan dengan narasi resmi negara sering menjadi sasaran razia, penyitaan, bahkan pemusnahan. Praktik ini dilakukan atas nama stabilitas nasional dan keamanan ideologi.

Salah satu contoh paling terkenal adalah pelarangan Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Karya sastra besar ini dilarang beredar selama puluhan tahun karena penulisnya dikaitkan dengan organisasi kiri, meskipun isi novelnya lebih banyak mengangkat sejarah, kolonialisme, dan kesadaran nasional. Buku-buku Pramoedya dan penulis lain sering disita dari toko, perpustakaan, hingga rumah pribadi, menciptakan ketakutan di kalangan pembaca dan intelektual.

Akibatnya, generasi demi generasi tumbuh dalam ruang pengetahuan yang dibatasi. Pembakaran dan pelarangan buku tidak hanya memusnahkan fisik karya, tetapi juga mematikan diskusi kritis dan kebebasan intelektual. Peristiwa ini kini dikenang sebagai pelajaran penting tentang bahaya sensor berlebihan dan pentingnya menjaga kebebasan berpikir dalam kehidupan berbangsa.

Cakram Sabu adalah salah satu artefak paling misterius dari Mesir Kuno. Benda ini ditemukan pada tahun 1936 di makam Sab...
05/01/2026

Cakram Sabu adalah salah satu artefak paling misterius dari Mesir Kuno. Benda ini ditemukan pada tahun 1936 di makam Sabu, seorang pejabat tinggi yang hidup pada Dinasti Pertama Mesir sekitar tahun 3000 SM. Terbuat dari batu schist yang rapuh, cakram ini memiliki bentuk tidak biasa: menyerupai piringan dengan tiga lekukan melengkung, mirip kemudi atau baling-baling.

Keanehan bentuknya membuat para arkeolog heran, karena teknologi pada masa itu dianggap belum mampu menghasilkan desain sekompleks ini. Hingga kini, fungsi asli Cakram Sabu masih diperdebatkan. Ada yang meyakini benda ini merupakan wadah ritual, simbol kekuasaan, atau bagian dari peralatan upacara keagamaan.

Namun, di luar penjelasan akademis, Cakram Sabu sering memicu spekulasi liar. Sebagian orang mengaitkannya dengan teknologi kuno yang hilang, bahkan teori peradaban maju sebelum sejarah. Meski belum ada bukti kuat untuk klaim tersebut, Cakram Sabu tetap menjadi simbol betapa masih banyak rahasia Mesir Kuno yang belum sepenuhnya terungkap.

‎"Crossbow, Senjata Yang Mengubah Medan Perang"‎‎Pada abad pertengahan, medan perang Eropa berubah drastis bukan karena ...
04/01/2026

‎"Crossbow, Senjata Yang Mengubah Medan Perang"

‎Pada abad pertengahan, medan perang Eropa berubah drastis bukan karena zirah baru atau formasi pasukan, melainkan karena satu senjata jarak jauh yang mematahkan dominasi ksatria crossbow.

‎Catatan penggunaan crossbow sudah muncul sejak akhir abad ke-11, namun senjata ini benar-benar mendominasi peperangan Eropa pada abad ke-12 hingga ke-14. Berbeda dengan busur panjang yang membutuhkan latihan bertahun-tahun, crossbow bisa dipelajari oleh prajurit biasa dalam waktu relatif singkat. Inilah titik baliknya. Kekuatan tempur tidak lagi eksklusif milik bangsawan dan ksatria terlatih.

‎Secara teknis, crossbow memiliki mekanisme pelepas energi yang jauh lebih stabil dibanding busur tradisional. Dengan tenaga tarikan yang sangat besar, baut (Bolt) crossbow mampu menembus zirah rantai dan bahkan pelat logam pada jarak tertentu. Efek psikologisnya sangat besar, ksatria yang selama ratusan tahun menjadi simbol kekuatan kini bisa tumbang oleh seorang infanteri biasa.

‎Dampaknya begitu serius hingga pada tahun 1139, penggunaan crossbow terhadap sesama umat Kristen secara resmi dilarang oleh otoritas Gereja. Larangan ini bukan karena senjata tersebut tidak efektif, justru sebaliknya—karena terlalu mematikan dan dianggap “Tidak Manusiawi” dalam perang.

‎Meski demikian, larangan itu gagal menghentikan penyebarannya. Crossbow tetap diproduksi, dimodifikasi dan digunakan secara luas dalam pengepungan kota, peperangan terbuka, hingga pertahanan benteng. Pada akhirnya, crossbow menandai awal runtuhnya perang bergaya feodal, membuka jalan bagi perang modern yang lebih mengandalkan teknologi daripada status sosial.

Visualisasi ini merekonstruksi salah satu panel relief Candi Borobudur, membawa kita kembali ke suasana era Mataram Kuno...
04/01/2026

Visualisasi ini merekonstruksi salah satu panel relief Candi Borobudur, membawa kita kembali ke suasana era Mataram Kuno abad ke-8 atau ke-9. Adegan ini menggambarkan pertunjukan seni tari yang dinamis, dikelilingi oleh pemusik dan masyarakat yang mengenakan busana serta perhiasan lengkap khas pada masanya. Detail kain yang dikenakan telah disesuaikan dengan fakta sejarah, menampilkan tenun atau ikat tradisional sebelum era batik bermotif modern. Sebuah jendela waktu yang memukau menuju kekayaan budaya Nusantara yang agung."

, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

** Visualisasi oleh AI, bisa terjadi kesalahan **

Siapa sangka, di balik sejarahnya yang penuh peperangan, Genghis Khan ternyata dijuluki sebagai "Penjajah Paling Hijau" ...
03/01/2026

Siapa sangka, di balik sejarahnya yang penuh peperangan, Genghis Khan ternyata dijuluki sebagai "Penjajah Paling Hijau" dalam sejarah. Bukan karena ia peduli lingkungan, tapi karena dampak pasukannya yang sangat luar biasa terhadap iklim bumi.

Pada tahun 1200-an, pasukan berkuda Mongol menyapu bersih wilayah dari Tiongkok hingga Eropa. Perang besar, kelaparan, dan wabah penyakit yang mereka bawa menyebabkan populasi dunia menurun drastis. Akibatnya, banyak kota menjadi "hantu" dan lahan pertanian yang luas ditinggalkan begitu saja.

Karena tidak ada lagi manusia yang menggarap sawah atau merawat ladang, alam pun melakukan pemulihan secara alami:

Hutan Tumbuh Kembali --> Lahan pertanian berubah menjadi padang rumput dan hutan lebat seluas 142.000 km².

Penyerap Karbon Alami --> Hutan-hutan baru yang tumbuh ini berhasil menyerap sekitar 700 juta ton karbon dari atmosfer. Jumlah ini sangat besar bahkan untuk ukuran zaman sekarang.

Penelitian iklim modern menemukan fakta mengejutkan: kadar karbon dioksida global sempat turun drastis pada periode tersebut. Jejak ini bahkan masih bisa ditemukan dalam rekaman es di kutub. Ini adalah contoh nyata dalam sejarah bahwa perubahan aktivitas manusia secara besar-besaran bisa langsung mempengaruhi suhu planet kita.

Namun, inilah kenyataan pahitnya, meski secara lingkungan terlihat seperti "penghijauan", hal ini bukanlah hasil dari kebijakan cinta alam, melainkan dampak dari tragedi kemanusiaan yang sangat kelam. Penurunan karbon tersebut adalah hasil dari kehancuran sosial dan hilangnya jutaan nyawa manusia di masa lalu.

Salah satu panel relief Karmawibhangga di kaki Candi Borobudur, Jawa Tengah (Abad 8-9 M). Terletak di tingkat Kamadhatu ...
03/01/2026

Salah satu panel relief Karmawibhangga di kaki Candi Borobudur, Jawa Tengah (Abad 8-9 M). Terletak di tingkat Kamadhatu (alam nafsu), ukiran batu andesit ini menggambarkan adegan kehidupan bangsawan Jawa Kuno sebagai representasi visual hukum sebab-akibat (Hukum Karma) yang diajarkan pada masa Wangsa Syailendra.

, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

** Visualisasi oleh AI, bukan interpretasi sesungguhnya **

Bayangkan kamu menemukan sebuah benda logam kecil berbentuk segi dua belas, punya lubang-lubang dengan ukuran berbeda di...
02/01/2026

Bayangkan kamu menemukan sebuah benda logam kecil berbentuk segi dua belas, punya lubang-lubang dengan ukuran berbeda di setiap sisinya, dan ada benjolan-benjolan kecil di setiap sudutnya. Itulah Roman Dodecahedron. Benda ini benar-benar bikin pusing para ahli karena sampai sekarang, tidak ada satu pun catatan sejarah dari zaman Romawi yang menjelaskan alat ini buat apa. Padahal, sudah lebih dari 100 artefak serupa ditemukan di seluruh Eropa (kebanyakan di wilayah bekas jajahan Romawi seperti Inggris, Prancis, dan Jerman).

​Ukurannya mungil, cuma sekitar 4 sampai 11 cm, dan biasanya terbuat dari perunggu. Karena tidak ada petunjuk tertulis, teori soal fungsinya jadi liar banget. Ada yang bilang ini alat buat merajut sarung tangan (karena bentuk lubangnya pas buat jari), alat ukur jarak untuk tentara di medan perang, kalender astronomi buat nentuin kapan waktu tanam gandum, sampai benda mistis buat ritual agama atau ramalan. Karena sering ditemukan di timbunan harta karun, kemungkinan besar benda ini dianggap sangat berharga oleh pemiliknya di masa lalu, meski kegunaan pastinya tetap jadi rahasia yang dibawa mati oleh bangsa Romawi.

Sumber:
The British Museum
Newcastle University
National Geographic

Sekilas terlihat seperti semut biasa, tapi jangan tertipu. Honeypot Ant atau semut madu adalah salah satu serangga palin...
01/01/2026

Sekilas terlihat seperti semut biasa, tapi jangan tertipu. Honeypot Ant atau semut madu adalah salah satu serangga paling unik di dunia. Mereka memiliki anggota koloni khusus yang perutnya bisa membesar seperti balon berisi cairan manis 🍯.

Dalam koloni Honeypot Ant, tidak semua semut mengalami pembesaran. Hanya semut tertentu yang disebut replete. Tugas mereka adalah menyimpan makanan cair seperti nektar dan cairan dari serangga lain di dalam perutnya. Karena terus diisi, perut replete bisa membesar hingga beberapa kali ukuran tubuh normal dan sering terlihat transparan ✨.

Saat koloni mengalami kekurangan makanan, terutama di musim kering atau malam hari, semut pekerja lain akan datang dan “meminta” makanan. Replete kemudian memuntahkan cairan yang tersimpan untuk dibagikan ke anggota koloni lainnya 🤝. Karena perannya sangat penting, replete biasanya tidak keluar sarang dan menggantung di langit-langit sarang agar aman dari predator.

🏜️ Honeypot Ant hidup di lingkungan ekstrem seperti daerah kering dan gurun. Penting untuk meluruskan informasi yang sering keliru: mereka tidak hanya ditemukan di Amerika Serikat. Semut madu juga hidup di Australia, Meksiko, dan beberapa wilayah Afrika, terutama di daerah yang sumber makanannya tidak selalu tersedia 🌍.

Menariknya, di beberapa budaya Aborigin Australia, semut replete bahkan dikonsumsi manusia sebagai sumber energi alami. Ini menunjukkan betapa kayanya cairan yang mereka simpan 💛.

Honeypot Ant adalah bukti nyata bahwa alam punya cara luar biasa untuk bertahan hidup. Dari tubuh kecil seekor semut, tercipta sistem penyimpanan makanan yang efisien, ekstrem, dan penuh pengorbanan demi kelangsungan koloni 🐜✨.

Pada 23 Maret 1453, Sultan Mehmet II yang juga dikenal secara luas dengan Muhammad al-Fatih berangkat dari Edirne dengan...
01/01/2026

Pada 23 Maret 1453, Sultan Mehmet II yang juga dikenal secara luas dengan Muhammad al-Fatih berangkat dari Edirne dengan penuh kemegahan bersama seluruh pasukannya, prajurit kavaleri, dan prajurit infantri.

Dalam Buku berjudul "1453: Detik-Detik Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Muslim", Roger Crowley menjelaskan, hari itu adalah hari Jumat, hari yang mulia bagi umat Islam. Hari Jumat memang sengaja dipilih untuk menambah kesakralan penyerangan ke Konstantinopel.

Saat berangkat menuju konstantinopel, Sultan Mehmet II ditemani ulama, syekh dan para habib. Para tokoh agama Islam tersebut membaca doa berulang-ulang, bergerak maju bersama pasukan yang lain, dan berkuda. search.inf

Saat hendak melakukan melaklukkan Konstantinopel, puluhan ribu umat Islam pun melaksanakan shalat Jumat yang bisa dikatakan sebagai shalat Jumat termegah dan terpanjang yang pernah terjadi pada 1453.

Karena, shalat Jumat itu dilakukan di jalan menuju Konstatinopel dengan jamaah yang membentang sepanjang 4 kilometer dari Pantai Marmara hingga Selat Golden Horn di utara. Shalat Jumat tesebut dilakukan di depan benteng Konstantinopel dengan jarak 1,5 kilometer.

Selama lebih dari seribu tahun, Konstantinopel adalah pusat dunia Barat sekaligus pertahanan Kristen terhadap Islam. Kota ini tak pernah lepas dari ancaman dan selalu selamat dari penyerangan yang rata-rata muncul setiap empat puluh tahun.

Namun, Muhammad Al-Fatih dengan bala tentaranya yang sangat besar akhirnya berhasil melewati tembok pertahanan kota itu. Berbekal pesenjataan baru yang canggih, pada April 1453, sebanyak 80 ribu pasukan Muslim mulai menyerang delapan ribu pasukan Kristen di bawah pimpinan Konstantin XI, Kaisar Byzantium ke-57.

Hingga akhirnya Konstantinopel jatuh ke tangan umat Islam. Penaklukan yang dipimpin panglima muda berusia 23 tahun tersebut membuktikan hadits nabi yang menyatakan bahwa Konstantinopel nantinya akan jatuh ke tangan umat Islam. "Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan." (HR. Ahmad).

Address

Blora

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when aliff mrtheory7 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share