Dato' Kiam Radja Fekri Juliansyah

Dato' Kiam Radja Fekri Juliansyah Aktor; Pendakwah Jalanan, Pengasas dan Ketua Umum Lembaga Dzurriyat Radja Sultan se-Nusantara

Tuan Guru Fekri Juliansyah bin Muslim merupakan salah satu tokoh Budayawan Nusantara dan Pendakwah Jalanan Keliling Asia dengan Multi Talenta. Aktif sebagai Ketua Umum Himpunan Dzurriyaat Radja Sultan se-Nusantara sekaligus sebagai Mubungan Djagat Utama Pemerintahan Adat Semende Darussalam (Djagat Besemah Libagh - semende Panjang), Membina Perguruan Alhikmah 9779 Indonesia dan Antara Bangsa, aktif

sebagai senior Jurnalis serta membina beberapa media Pers Online. Mendapatkan penghargaan Internasional di bidang Kemanusiaan, Perdamaian, Seni dan Budaya. Pernah mengikuti Muzakarah Ulama Ilmu Hakikat se-Asia Tenggara, Konferensi Internasional Ilmu Syahadah dan Perdamaian Dunia. Pernah menjadi Calon Senator (DPD RI/MPR RI) dapil Sumatera Selatan pada Pemllu 2019 lalu dan memperoleh Suara Terbanyak di Kota Pagaralam dan Kabupaten OKU Selatan - Sumsel. Sejak 15 Tahun terakhir hijrah ke Kota Banda Aceh - ACEH Darussalam.

Muzium Negeri Sarawak (2015)
15/01/2026

Muzium Negeri Sarawak (2015)

Doa untuk Kesihatan KDYMM Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'idzaddin Waddaulah  ibni almarhum Sultan H...
14/01/2026

Doa untuk Kesihatan KDYMM Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'idzaddin Waddaulah ibni almarhum Sultan Haji Omar Ali Saifuddien Saa'dul Khairi Waddien Sultan & Yang Dipertuan Negara Brunei Darussalam

Ketua dan Pengasas Lembaga Dzurriyat Radja Sultan se- Nusantara, Dato' Kiam Radja Tuan Guru Fekri Juliansyah mengunjungi...
14/01/2026

Ketua dan Pengasas Lembaga Dzurriyat Radja Sultan se- Nusantara, Dato' Kiam Radja Tuan Guru Fekri Juliansyah mengunjungi Muzium Negeri Sarawak.

Kuching, Negeri Sarawak, Malaysia, 2015

14/01/2026

Pengumuman Khas Jabatan Perdana Menteri Brunei Darussalam tentang Kesihatan KDYMM Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'idzaddin Waddaulah ibni almarhum Sultan Haji Omar Ali Saifuddien Saa'dul Khairi Waddien Sultan & Yang Dipertuan Negara Brunei Darussalam

13/01/2026

Doa untuk Kesihatan KDYMM Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'idzaddin Waddaulah ibni almarhum Sultan Haji Omar Ali Saifuddien Saa'dul Khairi Waddien Sultan & Yang Dipertuan Negara Brunei Darussalam

12/01/2026

Syekh Abdullah Kan'an atau orang Aceh kemudian mengenalnya Tgk Chik Lampeuneu'eun telah memberikan banyak jasa membuat Aceh dan Nusantara. Ulama berasal dari Kanaan, Palestina, yang melaksanakan dakwah Islamiyah ke Nusantara bersama ulama dari Kana'an lainnya di sekitar awal abad ke-12.

Syekh Abdullah Kan'an disebut satu rombongan dengan ulama besar Aceh lainnya, Abdul Rahim bin Muhammad Saleh atau dikenal Tgk Chik Awe Geutah . Mereka mulanya berlabuh di Nicobar dan Andaman, kemudian singgah di Pulau Weh , lalu ke Pulau Ruja (Sumatera). Sebagian menetap di Aceh Besar, sebagian lagi ke daerah Pase.

Syekh Abdullah Kan'an kemudian selama di Aceh, ikut serta membidani lahirnya Kerajaan Aceh , pertanian lada, hingga pendiri lembaga pendidikan islam.

“Rektor” Zawiyah Cot Kala

Setiba di Aceh, Syekh Abdullah Kan'an memperdalam ilmu agama di Zawiyah Cot Kala. Saat itu, Zawiyah Cot Kala merupakan sekolah Islam pertama di Asia Tenggara yang Didirikan Sultan Kerajaan Peureulak pada abad ke-9. Lulus dari Zawiyah Cot Kala, ia diangkat menjadi Sultan Peureulak kala itu menjadi Teungku Chik Zawiyah Cot Kala .

Syekh Abdullah Kan'an kemudian memiliki seorang murid bernama Meurah Johan yang berasal dari Kerajaan Linge (Gayo). Dari sanalah awal perkenalan Syekh Abdullah dengan Meurah Johan , pemuda yang kelak menjadi sultan pertama Kerajaan Aceh.

Zawiyah Cot Kala disebutkan juga telah melahirkan banyak mubaligh. Mereka menjadi duta Islam untuk berdakwah kepada masyarakat Melayu sekitar dan di seluruh nusantara yang masih belum menerima Islam.

Ada Maulana Ishak, Maulana Nur al-Din (Fatahillah) dan Sunan Bonang yang menyebarkan Islam ke Jawa , dan Maulana Abu Bakar ke Melaka. Kelak, Zawiyah Cot Kala menjadi perguruan tinggi Islam negeri, yaitu IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa.

Islamkan Lamuri & Kalahkan Pasukan Tiongkok

Pada tahun 576 H/1180 M, Syekh Abdullah Kan'an dan Meurah Johan mendapat tugas khusus dari Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Shah Johan (1173-1200), penguasan Kerajaan Peureulak.
Syekh Abdullah Kan'an dan Meurah Johan diberangkatkan dengan armada perang Laskar Syiah Hudam beranggotakan 300 orang mahasantri dilatih dari Zawiyah Cot Kala.

Sultan Peureulak mengirimkan bala bantuan itu atas permintaan Maharaja Indra Sakti pemimpin Kerajaan Indra Purba untuk melawan armada perang Tiongkok pimpinan Liang Khie yang sebelumnya menguasai Kerajaan Indra Jaya.

Di Bandar Lamuri , ibu kota Kerajaan Indra Purba, mereka membangun pangkalan militer . Tugas mereka menyebarkan, menyebarkan Islam, dan membangun perekonomian dari budidaya lada.

Seiring dengan kesuksesan mengislamkan masyarakat Lamuri, pasukan Meurah Johan juga sukses memporak-porandakan dasar pertahanan angkatan perang Tiongkok dan menawan panglima perang mereka, Nian Nio Lian Khie . Sementara itu, pangkalan militer Laskar Syiah Hudam kemudian dikenal sebagai Sukèë Lhèë Reutôh.

M***i Pertama Kerajaan Aceh

Setelah penaklukan Kerajaan Seudu (eks Kerajaan Indra Jaya yang menguasai pasukan Tiongkok), Meurah Johan menikah dengan Puteri Blieng Indra Keusuma, putri dari Maharaja Indra Sakti yang sudah menganut agama Islam. Ketika ayah mertuanya mangkat , Meurah Johan didapuk sebagai Raja Lamuri.

Tak lama kemudian. Guna menyatukan bekas federasi Kerajaan Lamuri Kuno, diadakan rapat besar . Dihadiri perwakilan Kerajaan Seudu, Indra Purwa, Indra Patra, Indra Puri, Indra Purba dan Kerajaan Islam Peureulak, Kerajaan Islam Pasé, Kerajaan Benua, dan Kerajaan Linge.

Dari rapat itulah, semuanya sepakat mendirikan satu kerajaan Islam dengan nama Kerajaan Aceh. Meurah Johan Syah dilantik sebagai Sultan Aceh pertama pada 1 Ramadhan 601 H atau 22 April 1205 M dengan gelar Sultan Alaiddin Johan Syah Zilullah Fil Alam (1205-1234). Syekh Abdullah Kan'an selanjutnya juga dilantik sebagai M***i Kerajaan Aceh.

Bapak Lada Nusantara

Menurut Ali Hasjmy dalam buku Kebudayaan Aceh dalam Sejarah , Syeikh Abdullah Kan'an seorang ahli pertanian. Beliaulah yang pertama kali membawakan bibit lada ke Aceh .

Syeikh Abdullah Kan'an membudidayakannya selagi bertugas di Lamuri. Dari sini p**a ditengarai sumber penyebarannya budidaya lada di Nusantara (red: perlunya penelitian lebih lanjut, sehingga Syeikh Abdullah Kan'an sangat layak dijuluki Bapak Lada Nusantara.

Syekh Abdullah Kan'an kemudian tinggal di kawasan Aceh Besar yang diberi nama Lampeuneu'en atau Lamkeuneu'eun. Secara harfiah dalam Bahasa Aceh berarti wilayah Kan'an yang merupakan tempat asal Syekh Abdullah.

Masyarakat Aceh pun mengenalnya dengan sebutan Teungku Chik Lampeuneu'uen . Saat ini Gampong Lampeuneuen termasuk dalam wilayah Kec. Darul Imarah, Aceh Besar.

Mendirikan Dayah

Selain sebagai M***i Kerajaan Aceh, Syekh Abdullah Kan'an juga mendirikan dan memimpin Dayah di Lampeuneu'en. Hingga akhir hayatnya ia terus berjuang mendakwahkan Islam hingga menyebar ke seluruh Aceh bahkan akhirnya ke seluruh Nusantara.

Syekh Abdullah Kan'an dimakamkan di Leu Geu , Kec. Darul Imarah, Aceh Besar.
Makamnya terletak di dalam sebuah bangunan berbentuk masjid yang di depannya terdapat sebuah sumur dengan cicin sumurnya terbuat dari tanah berukir. Di dalam komplek makam itu juga terdapat makam pengikut dan murid beliau termasuk Makam Tgk Chik Kuta Karang.[]

Sumber : Aceh Plus
Judul : Syekh Abdullah Kan'an M***i Pertama Kerajaan Aceh juga Bapak Lada Nusantara

Potret KDYMM Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'idzaddin Waddaulah  ibni almarhum Sultan Haji Omar Ali ...
12/01/2026

Potret KDYMM Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'idzaddin Waddaulah ibni almarhum Sultan Haji Omar Ali Saifuddien Saa'dul Khairi Waddien Sultan & Yang Dipertuan Negara Brunei Darussalam

Ziarah di makam Tgk.Chik Kuta Karang, seusai Haul Guru Besar Alhikmah, alm.Abah KH.Iskandar bin H.Ismail di Komplek Maka...
11/01/2026

Ziarah di makam Tgk.Chik Kuta Karang, seusai Haul Guru Besar Alhikmah, alm.Abah KH.Iskandar bin H.Ismail di Komplek Makam Syeikh Abdullah Kan'an di kawasan Lampeuneuen, Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar, Aceh Darussalam.
Sabtu Malam Ahad, 10 Januari 2026

Nama sebenar beliau ialah Syeikh Abbas Ibni Muhammad Al Asyi. Tak menyangka, kalau beliau merupakan salah seorang murid kepada Datuk kami Syeikh Abdusshomad Al Falimbani.

Syeikh Abbas ibni Muhammad Asyi dikenali sebagai Tgk. Chik Kuta Karang merupakan Ulama Sufi dari Aceh dan merupakan Qadhi Malikul Adil pada masa Sultan Alaiddin Ibrahim Mansyur Shah (1857 - 1870 M).

09/01/2026

Makan Siang di Changi Village Singapore

08/01/2026

Salam Jumat Mubarak
Jom Perbanyak Sholawat

07/01/2026

NEGERI
ATAS ANGIN

Address

Jalan Chik Itam
Banda

Telephone

+6281297799779

Website

http://fekrijuliansyah.blogdetik.com/, http://fekrijuliansyah.blogspot.com/, http://

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dato' Kiam Radja Fekri Juliansyah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Dato' Kiam Radja Fekri Juliansyah:

Share