Radar DJowo

Radar DJowo Media Aspirasi Plat AE
>> www.radardjowo.blogspot.com
Area Ngawi, Jawa Timur, Indonesia Barat lan sekitaripun,

Muatan berita dari Media Online,

Gimana kalo jokowi sri mul dan luhut saja dijual buat jadi alat bayar hehe..
17/10/2025

Gimana kalo jokowi sri mul dan luhut saja dijual buat jadi alat bayar hehe..

Siapa Mikir
Oleh: Dahlan Iskan

Sabtu 18-10-2025

(Pemerintah tengah mencari solusi untuk menggantikan pembiayaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh agar tak menggunakan APBN. (Disway.id/Anisha)-Istimewa)

Sudah seminggu saya amati: banyak tuduhan proyek kereta cepat di-markup. Tuduhan itu luar biasa nyaringnya. Tapi dasar yang mereka pakai menuduh hanya satu: dinilai lebih mahal dari proyek serupa di Tiongkok sendiri.

Setiap kali membaca pernyataan ada markup saya berharap yang membuat pernyataan menyertakan sedikit rincian: di bagian mana markup dilakukan. Semua hanya mendasarkan pada "jauh lebih mahal dari nilai proyek serupa di Tiongkok".

Jadi, adalah markup?

Tuduhan lain adalah: janjinya tidak pakai APBN. Ternyata pakai APBN. Yang berjanji itu Presiden Jokowi.

Tapi "janji" adalah "janji". Bukan program. "Janji" ada di mulut. "Program" jadi dokumen. Saya sering membedakan antara "janji" dan "program". Janji lebih personal. Menjadi utang. Harus dibayar. Harus ditepati.

Program punya kemungkinan meleset. Program ditetapkan berdasar asumsi parameter. Padahal asumsi bisa berubah --misalnya asumsi harga tanah.

Program yang meleset akibat asumsi yang berubah bisa karena dua hal: kurang pandai dalam membaca asumsi atau ada kepentingan tertentu sehingga asumsi yang tidak logis dilogis-logiskan.

Jadi, soal tidak pakai dana APBN itu janji atau program?

Lalu ada pernyataan Presiden Jokowi bahwa proyek kereta cepat itu "B to B". Bukan "G to G". Kenyataannya: "B" di situ adalah lembaga bisnis BUMN --milik negara.

Sejak semula kita semua harusnya sudah tahu bahwa tidak mungkin B di situ bukan BUMN. Jadi ketika ada yang mengucapkan "B to B" harusnya langsung tidak percaya bahwa G tidak akan terlibat. Apalagi bila belakangan B to B itu disertai dokumen jaminan negara. Maka "B to B" di situ hanya pelaksanaannya. Resiko akhirnya tetap di negara.

Bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengindikasikan tidak mau membayar timbunan bunga kereta cepat dari APBN, sifatnya baru indikasi. Purbaya belum pernah memberi penegasan yang eksplisit soal itu.

Yang disampaikan Purbaya, saya nilai, masih sebatas pada prinsip "Danantara d**g yang mikir. Masak saya". Artinya, Danantara tidak boleh cepat-cepat lempar handuk-busuk ke "atas".

Danantara harus cari cara sekuat otaknya untuk menyelesaikan bunga pinjaman itu. Sudah mau menerima jabatannya harus mau p**a "mikir".

Yang duduk di Danantara adalah para jago utak-atik angka. Kalau Presiden Prabowo berani gebrak podium Sidang Umum PBB, dirut Danantara mestinya berani gebrak meja perundingan. Sampai akhirnya ketemu rumusan penyelesaian tanpa melibatkan APBN.

Apakah Disway bisa menyumbang pemikiran bagaimana menyelesaikannya?

Disway akan meniru Purbaya: "Danantara d**g yang mikir. Masak Disway".

Tapi tetap saja harus dipikir: bagaimana caranya.

Salah satu pilihannya: restrukturisasi utang dan bunga. Tapi itu adalah pekerjaan sekelas manajer keuangan lulusan S-1 akutansi. Bukan usul penyelesaian kasta direksi Danantara.

Yang dimaksud dengan ide restrukturisasi adalah: cicilan utang pokoknya diperpanjang. Dari 15 tahun ke 50 tahun --misalnya. Jumlah tunggakan bunganya dihitung. Lalu ditambahkan menjadi utang pokok yang sudah diperpanjang itu. Suku bunganya diturunkan. Yang terpenting: minta agar selama lima tahun ke depan berhenti dulu membayar cicilan dan bunga.

Cara di atas tidak perlu ilmu tinggi. Itu sudah praktik sehari-hari. Tinggal bicara ke pihak sana: mau seperti itu atau bubar! Brak! Gebrak meja. Lalu pura-pura berdiri untuk pergi.

Grup Sinar Mas pernah punya utang sebesar Rp 120 triliun --di saat perusahaannya belum sebesar sekarang. Utangnya dalam dolar p**a. Krisis moneter lagi melanda Asia Tenggara. Sinar Mas tidak mungkin mampu membayar utang itu --bahkan pun hanya membayar bunganya.

Seluruh kekayaan perusahaan diserahkan pun tidak akan cukup untuk membayarnya --kala itu.

Pinternya Sinar Mas, utangnya ke sekitar 70 lembaga keuangan. Dalam dan luar negeri. Bukan hanya ke satu atau dua bank.

Maka Sinar Mas tidak khawatir salah satu bank akan menyita asetnya. Begitu ada bank yang akan menyita, bank lain akan marah.

Akhirnya dari 70 lembaga keuangan itu tidak satu pun yang melakukan penyitaan. Mereka harus bersepakat dulu untuk bertindak. Tidak mudah bersepakat di antara 70 pihk. Jangankan bersepakat, cari waktu rapat pun sudah sulit.

Maka mereka akhirnya "kalah" oleh Sinar Mas. Terserah Sinar Mas saja kapan bisa membayar dan bagaimana cara membayarnya

Akhirnya Sinar Mas bisa menyelesaikan utangnya dengan cara yang luar biasa: dalam 10 tahun utang itu dibekukan. Tidak berbunga. Tidak perlu cicil. Stensil.

Dengan penyelesaian seperti itu Sinar Mas bisa bekerja dengan tenang. Kerja keras cari uang. Akhirnya kembali berjaya. Semua utang terbayar dengan mudahnya.

Garuda kurang lebih juga sama. Hanya saja kurang tuntas. Sudah boleh mencicil utang dengan amat ringannya, ternyata masih sulit. Masih tidak bisa memperbaiki pesawatnya yang rusak.

Akibat banyak pesawat yang rusak Garuda tidak bisa cari uang. Danantara pun harus kucurkan dana Rp 6 triliun.

Itu pun belum juga cukup. Danantara masih perlu kucurkan dana Rp 30 triliun lagi.

Salah satu senjata Garuda untuk bisa nego keras saat itu: ada indikasi korupsi dalam pengadaan pesawat. Melibatkan pemasok pesawat di luar negeri. Garuda akan buka kasus korupsi itu secara internasional. Lembaga asing dari Barat akan kena sanksi berat kalau terlibat korupsi di negara lain. Lebih baik mereka setuju dengan cara penyelesaian utang yang diajukan Garuda. Sayang tidak tuntas.

Saya tidak tahu: apakah dalam kasus kereta cepat Whoosh ini juga ada indikasi kuat terjadinya korupsi --yang melibatkan pemberi utang. Lalu bisa dipakai senjata gebrak meja.

Itulah pentingnya bahwa yang berkuasa sekarang bukan mereka yang pernah terlibat dalam proyek itu. Dengan demikian kalau akan gebrak meja pun tidak perlu takut pecahan mejanya akan melukai pipinya. (Dahlan Iskan)
https://disway.id/catatan-harian-dahlan/905295/siapa-mikir

Event jalan-jalan bisnis ke malang dan batu kurang seminggu
Panitia telah mempersiapkan kejutan kejutan bagi peserta yg sudah mendaftar
Bagi yang belum segera hubungi
081 336 726 483
Dahlan Iskan....Anda Sudah Tahu

13.50 WIB;INPO AWAL   mobil Putih vs truk Trailer kosongan warna merahTKP Dekat tugu Ijo timur Pasar Kedungmiri kec Mant...
17/10/2025

13.50 WIB;
INPO AWAL mobil Putih vs truk Trailer kosongan warna merah

TKP Dekat tugu Ijo timur Pasar Kedungmiri kec Mantingan

Kronologi & data korban menyusul

FYI, TKP merupakan tikungan + dekat pertigaan
Dan sudah sangat sering terjadi Laka.

Kondisi jalan lebar dari arah Gontor Putri
Sampe depan Pasar Dungmiri berubah sempit 2 lajur

===
Yg Luka mugi2 segera Sembuh

Yg DETIK ini masih dijalan Mohon tetap hati2 cak lur
inget anak bojo menanti dirumah ☝️✊️

Jas merah
16/10/2025

Jas merah

16/10/2025

Rembulan kang sumunar..
Nyekseni tresno kang tuhu..
Tan ono liyo mung siro wong uuayuu...😘😍🥰

Ternyata murni 100% ulah jokowi mbah.. bahkan pak Jonan saja sampe dicopot gara2 gak setuju dg projek Kereto cepat.... h...
15/10/2025

Ternyata murni 100% ulah jokowi mbah..
bahkan pak Jonan saja sampe dicopot gara2 gak setuju dg projek Kereto cepat....

harusnya utang 120 Trilyun KCIC itu suruh bayar jokowi mbah.
Kan katanya di kantong jokowi ada 10.000 Trilyun...

Kalo pake dana APBN jelas Pengkhianatan Negara. Karna Apbn asli dana rakyat.

Termasuk rakyat aceh dan papua pelosok yg gak pernah sekalipun naik gratis KCIC.

Mahfud MD Blak-blakan: Ignasius Jonan Dicopot karena Tolak Kereta Cepat, Whoosh Adalah Ide Jokowi Sendiri

---------------------------------------------------------

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau yang kini dikenal dengan nama Whoosh, kembali menjadi sorotan.

Kali ini, giliran Mahfud MD, pakar hukum tata negara dan mantan Menko Polhukam, yang membeberkan dinamika di balik pengambilan keputusan proyek ambisius ini oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Dalam tayangan di kanal YouTube Mahfud MD Official pada Rabu, 15 Oktober 2025, Mahfud menceritakan bagaimana proyek KCJB sempat ditolak oleh Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan saat itu.

Penolakan itu muncul saat rencana awal menggandeng Jepang berubah haluan ke China.

“Ketika mau dipindah ke China, Pak Jonan menyatakan tidak setuju. Menyatakan tidak visible,” ungkap Mahfud.

Namun, sikap Jonan yang menolak proyek tersebut justru berbuntut pada pemecatannya dari kursi Menteri Perhubungan. Mahfud mengatakan, Jonan kemudian diganti, dan Presiden Jokowi terus melanjutkan langkahnya.

Tak hanya itu, Mahfud juga mengungkap bahwa Jokowi sempat memanggil seorang ahli, Agus Sambagio, untuk meminta pendapat soal kelayakan proyek kereta cepat yang dikerjakan bersama pihak Tiongkok itu. Agus, menurut Mahfud, menyampaikan bahwa proyek tersebut berisiko merugikan negara.

“Ini tidak visible. Rugi negara,” kata Mahfud menirukan penjelasan Agus.

Saat ditanya, siapa yang mengusulkan proyek ini, Jokowi, menurut Mahfud, dengan tegas menjawab: "Atas ide saya sendiri."

Sikap Presiden yang sudah bulat itu membuat para penasihatnya tidak lagi bisa berbuat banyak.

“Ya sudah kalau atas ide Bapak, mau dijadikan kebijakan, kita nggak bisa apa-apa,” ujar Mahfud menirukan respons Agus Sambagio.

Akhirnya, proyek KCJB tetap dijalankan meski menuai banyak kritik di masa perencanaan.

Hingga kini, KCJB yang kemudian diberi nama Whoosh telah beroperasi, meski sejumlah tantangan masih membayangi, terutama terkait dengan pembengkakan biaya dan proyeksi pengembalian investasi.

Foto : TRIBUNNEWS/HERUDIN

14/10/2025
Tergiur orderan offline karna gak terpotong aplikasi
14/10/2025

Tergiur orderan offline karna gak terpotong aplikasi

Terima Order "Offline", Ojol Asal Surabaya Dibakar Saat Antar Penumpang ke Sampang

Peristiwa tragis menimpa Steven Charles Ricky (48), pengemudi ojek online asal Sidoarjo, Jawa Timur. Ia mengalami luka bakar serius setelah diduga diserang oleh penumpangnya sendiri saat sedang mengantar ke wilayah Kabupaten Sampang, Madura. Kasus ini masih dalam penyelidikan Polres Bangkalan. Polisi menduga peristiwa itu terjadi karena korban menerima order secara offline, atau tidak melalui aplikasi resmi.

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Bangkalan, AKP Eko Puji, kejadian bermula pada Senin (13/10/2025) pagi sekitar pukul 05.30 WIB, ketika korban sedang mencari penumpang di kawasan Surabaya.

Saat itu, seorang pria datang dan meminta diantar ke Kabupaten Sampang. Tanpa curiga, korban menyanggupi permintaan tersebut meskipun tidak melalui aplikasi. “Jadi korban ini sebagai ojek online,” ujar AKP Eko Puji, Senin (13/10/2025).

Korban kemudian berangkat bersama penumpangnya menuju arah Madura, menyeberangi Jembatan Suramadu, dan melintasi wilayah Bangkalan sebelum memasuki area Sampang. Aksi Penyerangan Terjadi di Jalan Sepi Setelah menempuh perjalanan panjang, motor korban tiba di Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang. Di lokasi itu, penumpang meminta korban berhenti di pinggir jalan.

“Di situlah, korban disiram oleh pelaku menggunakan cairan bahan bakar,” ungkap AKP Eko Puji. Bahan bakar tersebut diduga sudah disiapkan sebelumnya oleh pelaku. Setelah menyiram korban, pelaku kemudian menyalakan api hingga korban mengalami luka bakar serius.

Motor korban lalu dibawa lari oleh pelaku,” jelasnya. Korban Berjuang Mencari Pertolongan Kondisi jalan yang sepi membuat korban kesulitan mencari bantuan. Dalam keadaan terluka, ia berusaha menyelamatkan diri dengan berputar di tanah untuk memadamkan api yang membakar tubuhnya.

Dengan penuh luka bakar, korban mencari pertolongan ke warga sekitar,” tutur AKP Eko Puji. Setelah beberapa saat, korban berhasil bertemu warga yang langsung menolong dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
■■■■■■■■■■■■■
SUMBER 📷 : KOMPAS.com
■■■■■■■■■■■■■

Apakah trans 7 ikut andil proyek pemerintah ? Sebagai media Pengalih Issu ?
14/10/2025

Apakah trans 7 ikut andil proyek pemerintah ? Sebagai media Pengalih Issu ?

TRANS 7 telah menayangkan tayangan yang berpotensi sensitif terkait isu SARA,
merendahkan martabat Kiai (Tokoh agama), merendahkan institusi keagamaan
(Pondok Pesantren). Meskipun bersifat kritik, Cara penyampalan dalam video ini merendahkan
martabat Kiai dan Santri. video Trans 7 yang ditayangkan ini juga menyampaikan narasi/materi yang
tidak berimbang dan menjadikan persepsi miring di masyarakat.

14/10/2025

Kkb dipelihara Pemerintah.

Yahudi pribumi tidak pernah merebut tanah Palestin.. tp yahudi imigran dari pengusiran jerman, mereka lah yg disebut zio...
13/10/2025

Yahudi pribumi tidak pernah merebut tanah Palestin.. tp yahudi imigran dari pengusiran jerman, mereka lah yg disebut zionis yg kemudian merebut tanah Palestin.

Address


Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Radar DJowo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

  • Want your business to be the top-listed Media Company?

Share