08/09/2024
HARAPAN Hamdan-Doni wajah Bolmong Utara !!
(Part 1)
Drs.H.Hamdan Datunsolang.M.M dan ko Donny Pangau adalah wajah Bolmong Utara. Mereka berdua cerminan masyarakat Bolmut pada umumnya. Kenapa begitu ?? Mari kita runut sebentar.
Hamdan Datunsolang, sosok Bapak Pembangunan Bolmong Utara ini selalu menarik untuk dibahas. Belum ada seorangpun yang mampu menandingi karisma beliau sebagai seorang pemimpin di bumi binadow tercinta kita ini. Satu periode menjabat Bupati setelah menjadi Bupati terpilih pada Pilkada pertama telah mengakar pada masyarakat Bolmut betapa berkesan nya kepemimpinan beliau.
Kesahajaan beliau, kesederhanaan, kepedulian terlebih kemampuan beliau untuk melihat potensi daerah, memetakannya dalam uraian pembangunan pada masa itu tentu tidak luput dari tujuan mulia Hamdan ketika beliau memilih pulang ke kampung halaman kala itu. Dengan berbagai jabatan dan prestasi mentereng di wilayah provinsi tetangga Gorontalo, beliau bisa saja tetap memilih posisi nyaman untuk tidak kembali ke Bolaang Mongondow Utara. Tapi siapa menduga, kecintaannya terhadap tanah kelahiran, kampung halaman dan masyarakat Binadow bukan hanya sebagai “pilihan” tapi alasan kenapa beliau kembali ke tanah ibu pertiwi.
Bahkan ketika kalah dalam pertarungan Pilkada untuk yang kedua kalinya, Hamdan tidak pernah sedikitpun pergi meninggalkan tanah kelahirannya. Ia tidak tinggal divilla mewah atau pentahouse seperti kebanyakan mantan penjabat ketika tidak menjabat lagi. Ia tidak bermukim di wilayah ibu kota untuk sekedar mengasingkan diri setelah kalah bertarung untuk yang kesekian kali. Ia tidak lari meninggalkan Bolmong Utara dan mengejar kesenangan sendiri.
Hamdan justru tinggal dan membersamai masyarakat Bolmong Utara bahkan ketika ia tidak menjadi apa-apa. Ia hidup, bersilaturahmi, pergi ke “kobong”, berjamaah di mesjid kampung dan turut menyaksikan jalannya kepemimpinan kala itu. Ia tetap menjadi masyarakat Bolmong Utara yang begitu mencintai tanah kelahiran leluhur mereka. Masyarakat yang sejauh apapun langkah kaki mereka pergi ke negeri seberang, akan tetap kembali pulang ke kampung halaman.
Tipologi masyarakat Bolmong Utara yang begitu mencintai tanah kelahiran mereka tercermin dari sosok Hamdan Datunsolang. Sebab, tidak ada alasan untuk mencintai tanah air. Menurutnya cinta tanah air sesungguhya adalah wujud rasa syukur ia terhadap pemberian Ilahi yang menghadiahkan ia sebagai seorang keturunan Bolmong Utara.
Mohamad Abdul Rafiq Pangau atau yang biasa disapa ko Dony. Sosok pemuda penggerak pendidikan Bolmong Utara. Tak banyak yang tau bahwa Dony memiliki ratusan anak yang ia sekolahkan dengan uang pribadinya. Tak banyak yang tau bahwa selama menjabat satu periode di Legislatif Dony telah mendedikasikan gajinya sebagai aleg untuk kemajuan dunia pendidikan dan olahraga Bolmong Utara.
Banyak anak-anak berprestasi dalam dunia akademik dan olahraga yang diberikan kesempatan oleh Dony untuk berkarya lewat ajang pertandingan olahraga. Baik itu ditingkat kabupaten sampai ajang bergengsi skala nasional. Doni mementori langsung mereka. Doni menjaga langsung anak-anak ini layaknya anak kandung. Doni menjadi bapak bagi anak-anak ini. Lalu jika ditanya apakah ko Dony bahagia ? Ya, ia bahagia bisa berada di tengah generasi muda Bolmong Utara ini. Ia bersuka cita turut menjadi bagian yang meyaksikan keberhasilan mereka.
Menurut Dony, ia tidak ingin menunggu ia ingin berbuat. Dedikasinya dalam dunia pendidikan dan olahraga semata-mata ia lakukan karena kecintaannya terhadap Bolmong Utara terlebih bagi generasi penerus kita semua “Anak Muda”. Anak muda yg sering kali dijadikan alat dalam perhelatan kontestasi, yang suaranya di beli karena kepentingan semata. Sementara di tangan Dony anak muda bernilai karena kemampuan mereka. Anak muda bernilai karena prestasi mereka. Anak muda ini disulap oleh ko Dony dari yang tidak punya apa-apa. Menjadi memiliki apa-apa. Memiliki sesuatu untuk di banggakan ketika pulang kerumah. Memiliki sesuatu untuk di banggakan pada orang tua.
Akh ko Dony. Sosok pekerja keras yang unik ini sungguh tidak ada duanya. Usianya yang tergolong muda tidak menjadikan ia terlibat dengan hura-hura dunia. Ia tidak silau dengan gemerlap dunia kekuasaan. Ia tidak kaget dengan jabatan penting yang ia miliki. Ia juga tidak menggunakan jabatan itu sebagai akses untuk bersenang-senang di dunia luar. Justru ia gunakan jabatan itu sebagai pintu masuk untuk lebih mencintai Bolmong Utara. Ia tidak segan turun ke bawah, menyusuri jalanan tak beraspal demi mencari sosok anak muda baru untuk di orbitkan sebagai atlet, dan untuk disekolahkan di kampus-kampus ternama.
Inilah sebabnya kenapa Hamdan dan Dony adalah wajah Bolmong Utara. Mereka dua orang yang begitu mencintai tanah kelahirannya. Mereka berbicara, berbahasa dan bergaul layaknya masyarakat Bolmong Utara. Masyarakat Bolmong Utara yang begitu menjunjung adab kekeluargaan, kebersamaan dan cinta tanah air.
Bersambung,,,,,,,,,,,
Sebarkan !!